Selasa, 26 Mei 2020

Aceh Diminta Perkuat Perikanan

Sabtu, 16 Jul 2016 07:07
BAGIKAN:
istimewa
Aceh diminta tingkatkan perikanan termasuk memperkuat nelayan.
SABANG (EKSPOSnews): Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menyatakan, potensi sumber daya laut di negeri "Serambi Mekah" cukup besar dan Aceh perlu memperkuat armada kelautan untuk meningkatkan pendapatan perkapita.

"Sudah saatnya Aceh memperkuat armada kelautan melalui nelayan dan itu kita yakini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat perkapita," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Nilanto Perbowo di Pantai Jaya, Ie Meulee, Sabang, Aceh, Jumat 15 Juli 2016.

Dia mengakui, selama kepemimpinan Menteri Susi Pudjiastuti pihaknya menindak tegas ilegal fishing di perairan Indonesia. Kini kapal asing tidak terlihat lagi melakukan pencurian ikan di perairan Aceh dan Indonesia.

"Sekarang sudah tidak ada lagi kapal asing beredar di laut kita dan informasi yang kami terima hasil tangkapan masyarakat di Sabang dan Aceh terus meningkat," ujarnya yang turut didampingi Direktur Perum Perikanan Indonesia Syahril Japarin dan sejumlah staf KKP serta Sekda Kota Sabang Sofyan Adam.

Nelayan tradisional di Sabang, Aceh dan Indonesia, katanya sudah leluasa melaut, pasalnya kapal asing yang tergolong canggih sudah tidak berani lagi melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

"Kebijakan Ibu Susi itu sudah bisa dinikmati oleh nelayan tradisional dan pemerintah daerah, pihak-pihak terkait lainnya harus merespon demi kesejahteraan masyarakat nelayan tradisional," pintanya.

Menurutnya, hasil produksi perikanan tidak bisa disimpan lama seperti hasil produksi pertanian lainnya dan ini butuh penanganan secara serius agar hasil tangkapan bisa bertahan lama.

"Hasil perikanan harus segera disimpan di tempat pendingin dan butuh penangan yang baik agar ikan hasil tangkapan tersebut tidak jatuh harga," kata Nilanto Perbowo.

Ia mengakui, pemerintah pusat terus mendorong pembagunan sarana prasarana penampung yakni pabrik penyimpanan ikan (Fish Storage) dan pabrik es (castorit).

"KKP melalui Perum Perindo Indonesia juga siap meningkatkan kapasitas tangkap nelayan serta penanganannya dan kita ingin ikan hasil tangkapan nelayan Aceh kita exspor kebeberapa negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan lainnya," sebut Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Kota Sabang Sofyan Adam mengakui, kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti terlihat jelas hasilnya dan selama ini tangkapan nelayan Sabang meningkat dratis.

"Tangkapan nelayan itu meningkat dratis selama ini dan nelayan sering mengeluh tidak adanya pabrik es, dan jika tangkapan nelayan menigkat ikannya terpaksa dibawa langsung ke Banda Aceh agar tidak jatuh harga," tuturnya.(ant)

  Berita Terkait
  • 9 bulan lalu

    Jembatan di Aceh Barat Ambruk

    MEULABOH (EKSPOSnews): Aktivitas ribuan masyarakat di di empat desa meliputi Desa Peulanteu LB, Ujong Simpang, Karang Hampa dan Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat hingga Sel

  • 9 bulan lalu

    Ritual Nelayan Ala Pacitan

    Berbagai bentuk sajian makanan ditabur di wilayah perairan Pelabuhan Perikanan Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, KabupatenPacitan, Jawa Timur. Sabtu, 31 Agustus 2019.Bukan tanpa sebab, taburan sajian mak

  • 10 bulan lalu

    Pemerintah Aceh Evaluasi Perusahaan Tambang

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Aceh terus melakukan evaluasi terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di provinsi paling barat Indonesia guna mencengah terjadinya pelanggaran hukum."Pemerintah

  • 10 bulan lalu

    Rumah Sakit di Aceh Turun Kelas

    MEULABOH (EKSPOSnews): Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan merekomendasikan penyesuaian kelas sebanyak 21 rumah sakit yang tersebar di sejumlah kab

  • 11 bulan lalu

    Kebakaran Hutan di Aceh Meluas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi paling barat Indonesia ini mencapai 60 hektare (ha) dalam sepekan terakhir."

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99