Minggu, 21 Jul 2019

RNI Minta Perlindungan Hukum Aset Negara Kepada Satgas Saber Pungli

Oleh: marsot
Kamis, 16 Mei 2019 06:19
BAGIKAN:
istimewa.
Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) mengajukan permohonan perlindungan hukum terhadap aset negara kepada Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kemenko Polhukam. Pasalnya, PT RNI selaku pemilik aset yang sah di Jln. Mpu Tantular No. 58-64 merasa dirugikan oleh CV Pancang Sakti Citra Perkasa.

Direktur Utama PT RNI  B. Didik Prasetyo mengungkapkan gugatan ini berawal dari aset berupa tanah di Jln. Mpu Tantular No. 58-64, Semarang, yang disewakan PT RNI kepada CV Pancang Sakti Citra Perkasa melalui Perjanjian Sewa Menyewa No. 37.1/S.Pj/RNI.04.2/II/2016 kemudian diperpanjang dengan Perjanjian Sewa Menyewa No. 15.1/S.Pj/RNI.04.2/II/2017, dan diperpanjang kembali dengan Perjanjian Sewa Menyewa No. 17/S.Pj/RNI.04.2/I/2018 yang berakhir pada 1 Februari 2019.  

Namun, PT RNI berencana mengoptimalkan aset tersebut, sehingga pada tanggal 31 Desember 2018 PT RNI (Persero) mengirimkan surat pemberitahuan kepada CV Pancang Sakti Citra Perkasa bahwa yang bersangkutan tidak dapat memperpanjang sewa dan menawarkan untuk menyewa aset PT RNI (Persero) lainnya yang terletak di Jln. Kalibaru Barat 14-16, Semarang, mengingat lokasi aset tersebut sangat berdekatan.

“Tapi pada tanggal 20 Maret 2019 lalu, PT RNI dinyatakan sebagai Tergugat melalui Surat Relas Panggilan Sidang No. 123/Pdt.G/2019/PN.Smg, di mana CV Pancang Sakti Citra Perkasa selaku penggugat atas kepemilikan aset di Jln. Mpu Tantular No. 58-64 Semarang,” kata Didik, Rabu 15 Mei 2019.

Atas hal tersebut, ia mengatakan bahwa PT RNI selaku pemilik sah aset tersebut dirugikan secara materiil dan imateriil. Karena kini PT RNI tidak dapat menguasai serta memanfaatkan kembali aset berupa tanah tersebut.

“Oleh karena itu, kami mengajukan permohonan perlindungan hukum kepada Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam untuk dapat segera menguasai dan memanfaatkan kembali aset kami tersebut. Apalagi, aset tanah itu merupakan aset negara yang harus dilindungi dan dipertahankan,” kata Didik.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Saber Pungli, Irjend Pol Widyanto Poesoko mengatakan pihaknya akan mencoba membantu mengawal proses hukum antara PT RNI dan CV Pancang Sakti Citra Perkasa. Dikatakannya, tim Satgas Saber Pungli terus berkomitmen untuk memberantas pungli di semua lini agar masyarakat dapat terbebas dari praktik pungli yang merugikan.

“Sesuai dengan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli, kami akan memberantas praktik pungutan liat yang ada di masyarakat. Karena pungli meskipun jumlahnya tidak besar tapi tetap merugikan masyarakat," kata Widyanto Poesoko.


  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    RNI Berangkatkan 1.500 Pemudik dengan Bus dan Kapal Laut

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) turut serta mendukung terlaksananya mudik lebaran tahun 2019 yang lancar dan aman melalui pelaksanaan Mudik Bareng dengan memberan

  • 3 bulan lalu

    Pemprov Aceh Minta IUP PT Emas Mineral Murni Dibatalkan

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Aceh meminta Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) Republik Indonesia meninjau ulang pemberian izin usaha pertambangan atau IUP kepada PT Emas Mineral Murn

  • 4 bulan lalu

    Kelas Barista dari RNI

    Kelas Kreatif BUMN di Sumenep, Jawa Timur diikuti oleh 345 peserta dengan 4 pilihan kelas keterampilan, yaitu barista, makeup artis, vlog, dan digital marketing. Kelas Keterampilan yang diberikan dise

  • 4 bulan lalu

    Dorong Kreatifitas Millenial, RNI Gelar Kelas Kreatif BUMN

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dalam rangka mendukung program pemerintah mengembangkan industri kreatif melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi generasi millenial, Kementerian BUMN menggelar program Ke

  • 4 bulan lalu

    Pernikahan Dini di Sleman Meningkat

    SLEMAN (EKSPOSnews): Permohonan dispensasi pernikahan dini di kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam lima tahun terakhir cukup tinggi berkisar pada angka 80 permohonan."Berdasar data lima

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99