Senin, 25 Mei 2020

RNI Impor Sapi Perdana dari Australia

Sabtu, 21 Mei 2016 10:33
BAGIKAN:
JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) telah melaksanakan impor sapi perdana dari Australia pada caturwulan ke-2 (dua) tahun 2016 ini. Sapi impor yang diberangkatkan dari Pelabuhan Wyndham, Australia, tersebut tiba di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Selasa, 17 Mei 2016 dan telah mengisi peternakan sapi PT RNI, di Jatitujuh, Majalengka, pada Rabu, 18 Mei 2016.

Direktur Utama PT RNI Didik Prasetyo mengatakan, sapi bakalan tersebut akan digemukkan di lokasi peternakan sapi PT RNI. “Setelah melalui masa penggemukan, sapi tersebut akan dipotong di RPH yang telah terdaftar sebagai supply chain PT RNI, lalu dipasarkan kepada masyarakat,” kata Didik.

Didik berharap, melalui penerapan pola integrasi peternakan dan perkebunan, impor sapi ini dapat memberi nilai tambah bagi perusahaan terutama dalam hal pemanfaatan sumber pupuk organik. “Dilakukannya impor ini juga dalam rangka optimalisasi aset kandang sapi milik PT RNI di Jatitujuh, Majalengka,” ungkapnya.

Ke depan, PT RNI berupaya semakin memperkuat bisnis penggemukan sapi dengan mengembangkan area seluas ± 50 ha di Jatitujuh, Majalengka, untuk disiapkan sebagai peternakan sapi yang mampu menampung hingga 50.000 ekor sapi potong dalam setahun. Peternakan sapi tersebut akan dikembangkan secara terintegrasi dengan industri tebu PT RNI melalui Proyek Integrasi Peternakan Sapi. Di samping itu, membuka peluang untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat dalam rangka pengembangan peternakan sapi sebagai wujud kepedulian PT RNI kepada masyarakat sekitar.

“Pakan sapi dipenuhi secara mandiri melalui pemanfaatan pucuk tebu dan rumput gajah. Kotoran hewan akan diolah menjadi pupuk cair dan pupuk organik yang bermanfaat untuk perkebunan dan biogasnya akan dimanfaatkan sebagai sumberdaya energi bagi masyakarat. Pengelolaan dilakukan dengan pendekatan zero waste,” ungkap Didik.(ril)

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Perkuat Industri Alat Kesehatan, Mitra Rajawali Banjaran Kembangkan Hyperbaric Chamber Oxygen Therapy

    BANDUNG (EKSPOSnews): Sebagai upaya pengembangan portofolio bisnis serta dalam rangka berkontribusi mewujudkan kemandirian industri alat kesehatan (alkes) nasional, salah satu anak perusahaan PT Rajaw

  • 10 bulan lalu

    Kronologi Kasus Suap Impor Bawang Putih

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi tangkap tangan terkait kasus suap pengurusan izin impor bawang putih Tahun 2019.KPK pada Kamis (8/8) malam telah mengumum

  • 10 bulan lalu

    Pernikahan Dini Harus Ditangani Serius

    JAKARTA (EKSPOSnews):  Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah menginginkan berbagai pihak khususnya pemerintah agar dapat menanggapi dengan serius berbagai kasus pernikahan anak yang masih

  • 11 bulan lalu

    Daging Sapi dan Kerbau Impor Ilegal

    SURABAYA (EKSPOSnews): Satgas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Timur membongkar perdagangan daging sapi dan kerbau impor asal Australia tak berizin yang

  • 11 bulan lalu

    Rekonsiliasi Bukan Politik Dagang Sapi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan memastikan proses rekonsiliasi yang akan dilakukan pasca-Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, bukan merupakan politik "dagang sapi", yang hanya

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99