Selasa, 22 Mei 2018

RNI Genjot Produksi Gula

Oleh: Alex
Sabtu, 17 Jun 2017 06:00
BAGIKAN:
istimewa
Gula.
SEMARANG (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menargetkan produksi gula pasir pada 2017 ini meningkat menjadi 316.000 ton dari 283.000 ton pada 2016 seiring dengan iklim yang mulai membaik.

"Target kami volume produksi pada tahun ini sebanyak 316.000 ton atau meningkat dari volume produksi tahun lalu yang mencapai 283.000 ton," kata Direktur Utama RNI B Didik Prasetyo di sela pemberian 1.500 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di Masjid Atthohiriyah Pondok Pesantren Addainuriyah 2 Semarang, Jumat 16 Juni 2017.

Ia mengatakan target produksi tersebut sama dengan tahun 2015. Sedangkan pada tahun 2016, diakuinya, volume produksi mengalami penurunan.

"Kalau tahun ini kan iklim berjalan normal dan kondisi pabrik siap produksi, jadi volume produksi kami tingkatkan. Total target produksi tersebut sampai dengan akhir musim giling," katanya.

Menurut dia, musim giling sudah dimulai sejak bulan Juni dan diprediksi selesai pada bulan Oktober-November 2017. Sejauh ini produksi sudah terealisasi sebesar 3.000 ton.

Mengenai kerja sama dengan petani, ia mengatakan masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu dengan menerapkan sistem bagi hasil. Untuk tahun ini sistem bagi hasil yaitu 66 persen untuk petani dan sisanya untuk pabrik gula.

Selanjutnya, untuk penjualan gula pasir masih lebih banyak bersifat ritel. Meski demikian, ke depan pemerintah menginstruksikan agar hasil produksi gula pasir seluruhnya dipasok ke Perum Bulog.

"Sejauh ini harga jual gula pasir dari kami ke Perum Bulog Rp10.900 per kg. Ke depan untuk harga akan kami sesuaikan dengan mekanisme pasar, saat ini ada kecenderungan harga mengalami penurunan," katanya.

Ia mengatakan khusus untuk produksi gula pasir sejauh ini memberikan kontribusi sebesar 35 persen terhadap total omzet RNI, sedangkan sisanya masih didominasi oleh sektor perdagangan.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Pernikahan Dini di Jabar Tinggi

    CIKARANG (EKSPOSnews): Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengungkapkan tingkat pernikahan anak di bawah umur atau pernikahan dini di wilayah tersebut masih tinggi.

  • 3 minggu lalu

    Perkuat Bisnis Teh, RNI Gandeng PTPN III

    JAKARTA (EKSPOSnews): Lemahnya daya saing teh Indonesia di kancah persaingan dunia perlu disikapi serius dan dirumuskan solusinya.Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada tahun 2017 ekspor teh I

  • 2 bulan lalu

    Canangkan Go Global, RNI Bukukan Laba Konsolidasi Rp353 miliar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ditengah kondisi ekonomi global yang masih belum menggembirakan serta tren perlambatan perekonomian negara-negara di Dunia belakangan ini, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Perser

  • 2 bulan lalu

    Menggelar Karya Inovasi RNI Award 2018

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) kembali menggelar even dua tahunan RNI Award. Acara yang pada tahun ini mengangkat tema "Go Global" tersebut dibuka oleh Direktur Pengen

  • 2 bulan lalu

    Tekan Pernikahan Dini

    PALU (EKSPOSnews): Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palu, Sulawesi Tengah, melibatkan organisasi perangkat daerah dan lembaga lintas sektor terkait upaya menekan pernikahan dini

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99