Rabu, 18 Jul 2018
  • Home
  • BUMN Perkebunan
  • RNI Garap Tol Laut dan Rumah Kita Pertama di Pulau Sangihe Kabupaten Pulau Tahuna

RNI Garap Tol Laut dan Rumah Kita Pertama di Pulau Sangihe Kabupaten Pulau Tahuna

Oleh: Jefri
Kamis, 09 Nov 2017 17:56
BAGIKAN:
istimewa.
RNI garap tol laut.
JAKARTA (EKSPOSnews): Tol Laut merupakan konsep pengangkutan logistik kelautan yang dicanangkanoleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Program ini bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di nusantara. Dengan adanya hubungan antara pelabuhan-pelabuhan laut ini, maka dapat diciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok dan menggerakan roda perekonomian secara efisien dan merata.

Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyediakan sarana dan prasarana transportasi serta bahan komoditas yang diangkut antara PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) melalui anak perusahaannya yaitu PT Rajawali Nusindo dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan PT Pelni (Persero) membentuk satu konsorsium dengan menggunakan metode mendekatkan gudang ke masyarakat.

Untuk tujuan Indonesia bagian timur, untuk pertama kalinya RNI mengangkut kebutuhan pokok dan kebutuhan penting lainnya dengan tujuan Sangihe - Kepulauan Lirung - Morotai dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Rabu 8 November 2017. Hal ini dilakukan untuk mendukung program.pemerintah dalam menurunkan disparitas harga di pulau - pulau terpencil di Indonesia Timur.

Direktur Utama RNI Didik Prasetyo mengatakan bahwa kedatangan dirinya di Surabaya guna meninjau langsung proses tol laut ini. "Baru kali ini kita melakukannya karena baru selesai membangun Rumah Kita di Sangihe."
.
Komoditas yang diangkut kapal ini total nilainya Rp1,1 miliar dengan rincian barangnya terdiri dari beras 22 ton, gula bulk 20 ton, minyak goreng 46 ton, tepung terigu 20 ton, dan semen 100 ton yang bekerja sama dengan PT Semen Tonasa.

Didik berharap dengan pengiriman ini disparitas harga antara pulau jawa dan pulau terluar tidak terlalu tinggi. Termasuk juga menjaga stok barang ketika masuk musim barat. Ditambahkan bahwa Program Tol Laut dan Rumah Kita merupakan inisiasi Pemerintahan Jokowi-JK untuk meningkatkan dan mempermudah distribusi barang dan jasa ke seluruh daerah terpencil.

Rumah Kita merupakan tempat penampungan barang-barang dari Indonesia barat seperti sembako, bahan bangunan dan lainnya untuk dijual dan didistribusiksan ke daerah. Sebaliknya, lanjut Didik, Rumah Kita juga menjadi tempat penampungan komoditas hasil pertanian, dari Indonesia timur untuk dijual ke daerah lain di Indonesia, khususnya Jawa.

"Dengan konsep Rumah Kita, pedagang dan masyarakat di daerah bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok dan lainnya dengan harga lebih murah dan cepat. Sebaliknya bisa mengirimkan produksi dari daerah terutama hasil pertanian dan perikanan untuk dijual dengan cepat dan biaya murah," jelas Didik

Pemerintah membangun Rumah Kita diberbagai lokasi. Selanjutnya, menugaskan BUMN terkait untuk membangun dan memfasilitasi Rumah Kita menjadi agen dan distributor ke masyarakat di daerah," ujar Didik

Kerja sama pertama kali pelayaran ke arah timur antara PELNI dengan RNI ini ditegaskan juga oleh perwakilan PELNI, Antonius Lumban Gaol selaku Manager Layanan Tol Laut & Ternak. "Kapal Logistik Nusantara Dua dengan kapasitas 140 TEUs akan melayani tol laut RNI yang pertama ke arah timur. Nantinya akan mampir di Makassar untuk mengambil semen juga," kata Antonius. Selanjutnya, diharapkan juga akan meningkat untuk muatannya.


  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    RNI Berangkatkan Ribuan Pemudik

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dalam rangka menekan angka pemudik yang menggunaka sepeda motor, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) berangkatkan 1.000 orang pemudik dengan bus dan kapal laut ke Yogyakart

  • 2 bulan lalu

    RNI Gelar Mudik Gratis Bareng BUMN 2018

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI)turut serta mendukung kelancaran mudik lebaran tahun 2018 dengan menggelar program mudik gratis bagi 1.000 orang pemudik. Program m

  • 2 bulan lalu

    Pernikahan Dini di Jabar Tinggi

    CIKARANG (EKSPOSnews): Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengungkapkan tingkat pernikahan anak di bawah umur atau pernikahan dini di wilayah tersebut masih tinggi.

  • 3 bulan lalu

    Perkuat Bisnis Teh, RNI Gandeng PTPN III

    JAKARTA (EKSPOSnews): Lemahnya daya saing teh Indonesia di kancah persaingan dunia perlu disikapi serius dan dirumuskan solusinya.Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada tahun 2017 ekspor teh I

  • 3 bulan lalu

    Canangkan Go Global, RNI Bukukan Laba Konsolidasi Rp353 miliar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ditengah kondisi ekonomi global yang masih belum menggembirakan serta tren perlambatan perekonomian negara-negara di Dunia belakangan ini, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Perser

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99