Rabu, 18 Jul 2018

RNI Gandeng BTPN Gelar Program Pemberdayaan Karyawan

Oleh: Elida KS
Rabu, 20 Des 2017 06:32
BAGIKAN:
istimewa.
RNI kerja sama dengan BTPN.
JAKARTA (EKSPOSnews): Dalam rangka memberikan fasilitas layanan perbankan dan pelatihan kewirausahaan bagi karyawan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja sama dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), Selasa, 19 Desember 2017, di Gedung RNI, Jakarta.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT RNI B. Didik Prasetyo bersama Direktur Utama BTPN Jerry Ng.

Dalam sambutannya Didik menyampaikan bahwa,kerja sama ini dapa tmeningkatkan kemandirian karyawan khususnya karyawan yang sebentar lagi akan memasuki fase purnakarya. Meskipun telah pensiun, Ia berpendapat, perusahaan memiliki tanggungjawab moral untuk memastikan karyawan tetap memperoleh kesejahteraan dan mendapat penghidupan yang baik.

"Menjadi wirausahawan merupakan salah satu pilihan yang tepat dan bijak, karena selain bisa mendapatkan income juga memberi manfaat dengan menyerap teaga kerja," ungkapnya.

Didik mengatakan, saat ini karyawan kurang tersentuh program-program pelatihan yang bertujuan untuk pemberdayaan dan meningkatkan kemandirian dikemudian hari. Pelatihan kewirausahaan dan berbagai program layanan perbankan yang disiapkan BTPN diharapkan mampu menjadi solusi dan memberikan nilai tambahan bagi karyawan RNI.

Menurut Didik, RNI sangat mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan karyawan. Untuk itu, pihaknya merangkul BTPN sebagai pelaku perbankan yang fokus pada pemberdayaan dan kewirausahaan agar kedepannya para karyawan dapat mandirik hususnya ketika telah pensiun nanti.

"Selain itu,halini juga dalam rangka mendukung program Pemerintah mencetak wirausahawan-wirausahawan baru," tuturnya.

Guna memastikan program pemberdayaan berjalan dengan baik dan bersifat berkelanjutan, kerja sama ini juga menyentuh pada pemberian fasilitas layanan perbankan seperti layanan simpan pinjam, kredit multiguna, kredit bagi karyawan aktif, kredit pensiun, deposito, serta produk investasi.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM tengah menggulirkan program kewirausahaan nasional bertajuk "Wirausaha Pemula". Melalui program yang bertujuan mendorong masyarakat menjadi wirausahawan ini ditargetkan lahir sekitar 10.000 wirausaha pemula.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ratio wirausaha Indonesia tahun 2016 sudah naik menjadi 3,1 persen dari rasio tahun 2013/2014 lalu yang masih berada di angka 1,67 persen. Dengan jumlah penduduk 252 juta jiwa, jumlah wirausaha non pertanian yang menetap mencapai 7,8juta orang atau sebanyak 3,1 persen. Dengan demikian tingkat kewirausahaan Indonesia telah melampaui 2 persen dari populasi penduduk, sebagaisyarat minimal suatumasyarakatakansejahtera.

Akan tetapi, rasio wirausaha sebesar 3,1 persen itu masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia dengan capaian rasio 5 persen, China 10 persen, Singapura 7 persen,Jepang 11 persen maupun AS 12 persen.


  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Rampok Berpistol Satroni Bank BTPN Tembung

    MEDAN (EKSPOSnews): Perampokan bersenjata terjadi di Bank BTPN Purna Bakti Tembung, Jalan Medan-Batangkuis, Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dan pela

  • satu bulan lalu

    RNI Berangkatkan Ribuan Pemudik

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dalam rangka menekan angka pemudik yang menggunaka sepeda motor, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) berangkatkan 1.000 orang pemudik dengan bus dan kapal laut ke Yogyakart

  • 2 bulan lalu

    RNI Gelar Mudik Gratis Bareng BUMN 2018

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI)turut serta mendukung kelancaran mudik lebaran tahun 2018 dengan menggelar program mudik gratis bagi 1.000 orang pemudik. Program m

  • 3 bulan lalu

    Pernikahan Dini di Jabar Tinggi

    CIKARANG (EKSPOSnews): Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengungkapkan tingkat pernikahan anak di bawah umur atau pernikahan dini di wilayah tersebut masih tinggi.

  • 3 bulan lalu

    Perkuat Bisnis Teh, RNI Gandeng PTPN III

    JAKARTA (EKSPOSnews): Lemahnya daya saing teh Indonesia di kancah persaingan dunia perlu disikapi serius dan dirumuskan solusinya.Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada tahun 2017 ekspor teh I

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99