Rabu, 19 Des 2018
  • Home
  • BUMN Perkebunan
  • RNI Dorong Pengusutan Penyerobotan Lahan HGU PG Jatitujuh ke Satgas Saber Pungli

RNI Dorong Pengusutan Penyerobotan Lahan HGU PG Jatitujuh ke Satgas Saber Pungli

Oleh: Jallus
Selasa, 13 Nov 2018 04:42
RNI Dorong Pengusutan Penyerobotan Lahan HGU PG Jatitujuh ke Satgas Saber Pungli
BAGIKAN:
istimewa.
HGU PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
JAKARTA (EKSPOSnews): Salah satu Anak Perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak dalam bidang agroindustri, PT PG Rajawali II, terus berupaya menyelesaikan permasalahan penyerobotan lahan yang terjadi di Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan Tebu Pabrik Gula (PG) Jatitujuh.

Salah satu cara yang ditempuh, yaitu melalui koordinasi dengan SatuanTugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kementerian Koordiantor Politik, Hukum dan Keamanan. Langkah ini juga dalam rangka meminta perlindungan hukum terkait aksi penyerobotan yang semakin masif dan menjurus kepada tindakanan arkis.

Dalam paparannya saat menghadir iRapat  Saber Pungli, Jumat, 9 November 2018, di Kantor Kemkopolhukam, Jakarta, Direktur Utama PT PG Rajawali II Audry Jolly Lapian, mengatakan saat ini luas lahan yang diserobot telah mencapai 5.000 ha dengan potensi kerugian sebesar Rp210 miliar. Selain itu,juga mengganggu proses produksi gula di PG Jatitujuh yang mengakibatkan terhambatnya upaya RNI memenuhi kebutuhan gula nasional.

“Gangguan yang menghambatoperasionalpabriktersebut juga dapatmenyebabkanmemunculkanPotensiKerawanansosial dan ekonomi, mengingatjumlahkaryawanPG Jatitujuhyang besar, sebanyak 5.000 orang karyawan” ungkap Jolly.

Menurut Jolly, beserta massanya kerap melakukan pengusiran kepada tenaga kerja PG Jatitujuh yang akan dan sedang melakukan pemeliharaan tanaman, pengolahan tanah, dan penanaman di lahan. Bahkan gangguan yang dilakukan sampai kepada kekerasan fisik berupa pemukulan seperti yang terjadi pada Kabag SDM PG Jatitujuh.

Pada rapat yang dipimpin oleh Sekretrais Satgas Saber Pungli Irjen Pol. Widiyanto Poesoko, serta dihadiri Kepala Sekretariat Satgas Saber Pungli Mayjen TNI Rudianto, Staf Ahli Satgas Saber Pungli Teten Indra, Bupati Subang terpilih Ruhimat, Group Head Pengelolaan Aset RNI Rudi Prajogo, Ditjen Planologi Kehutanan, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu, Majalengka, Inkopad, dan Perhutani tersebut dipaparkan juga bagaimana awal-mula aksi penyerobotan terjadi.

Penyerobotan diawali oleh gugatan hukum oleh sekelompok masyarakat dari beberapa desa penyangga perkebunan tebu di wilayah Indramayu, yaitu Desa Sukamulya, Cikedung, Jatisura, Mulyasari, Loyang, dan Amis, pada tahun 2014 yang lalu. Mereka menuntut agar HGU PG Jatitujuh dihutankan kembali dan menyatakan HGU No. 2 seluas 62.485.214 M2 an. PT PG Rajawali II cacat hukum.

Padahal, lahan HGU tersebut telah secara sah dimiliki oleh PT PG Rajawali II berdasarkan SK Pelepasan Kawasan Hutan Negara dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Pertanian RI sesuai SK No. 481/Kpts/Um/8/1976 tanggal 9 Agustus 1976. Ia menjelaskan, berbagai tahapan di pengadilan telah dilalui, meski pada tingkatan Pengadilan Negeri (PN) Indramayu dan Pengadilan Tinggi Bandung gugatan sekelompok masyarakat tersebut dikabulkan, namun di Tingkat Kasasi, Mahkamah Agung RI memutuskan bahwa gugatan tersebut Tidak Dapat Diterima (nietontvan kelijkeverklaard). Berdasarkan putusan Kasasi tersebut, maka tidak ada tuntutan penggugat yang dapat dikabulkan dan dieksekusi oleh Pengadilan, sehingga HGU PG Jatitujuh tetap sah secara hukum milik PT PG Rajawali II.

Jolly menyampaikan bahwa, PT PG Rajawali II sebagai anak Perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang merupakan bagian dari entitas BUMN, dalam melakukan penggarapan lahan tebu untuk bahan baku industri gula tentunya berpegang dan berlandaskan pada bukti kepemilikan lahan yang sah sesuai dengan Sertifikat HGU yang dimiliki perusahaan yang masih berlaku sah sampai dengan tahun 2029.

Jolly menegaskan, sejauh iniu paya internal guna membangun harmonisasi dengan masyarakat sekitar terusdilakukan, salah satunya dengan merangkul masyarakat Desa Penyangga di sekitar Perkebunan Tebu PG Jatitujuh melalui Program Kemitraan Tebu Desa Penyangga yang digulirkan pada 20 Agustus 2018. Kegiatan CSR pun kerap dilaksanakan melalui pembagian sembako, serta memfasilitasi aktivitasdesa dan karang taruna sekitar.

Sementara itu, Sekretrais Satgas Saber Pungli Irjen Pol. Widiyanto mengatakan akan mendalam ipermasalahan ini melalukan kunjungan ke lokasi konflik dan kepada pihak-pihak terkait dalam waktu dekat guna melakukan penelusuran untuk mengetahui akar masalahnya.


  Berita Terkait
  • kemarin

    Mengajak Remaja Hindari Pernikahan Dini

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan "Women's Crisis Centre" Palembang, Sumatera Selatan mengajak remaja menghindari pernikahan dini yang akhir-akhir ini masih cukup banyak d

  • 3 hari lalu

    Menekan Angka Pernikahan Dini di Lombok

    LOMBOK (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mengklaim berhasil menekan angka pernikahan dini hingga 26 persen pada 2018 melalui berbagai intervensi program.Bupati Lomb

  • 5 hari lalu

    Mencegah Pernikahan Dini

    PALANGKA RAYA (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menerbitkan surat edaran terkait pencegahan dan penghapusan pernikahan dini, sebagai salah satu upaya memberikan perlindungan ba

  • 6 hari lalu

    RNI Siap Pasok Kebutuhan Pokok Puskopkar Se-Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dalam rangka memperluas jaringan distribusi serta meningkatkan penjualan produk consumer seperti bahan kebutuhan pokok, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menjalin kerja s

  • 4 minggu lalu

    Kebakaran California, 1000 Orang Hilang

    CALIFORNIA (EKSPOSnews): Tim-tim forensik meningkatkan pencarian korban-korban lagi di kota California utara, Paradise, yang dilanda kebakaran.Sementara itu pihak berwenang mencari petunjuk bagi nasib

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99