Selasa, 26 Mei 2020

RNI Bukukan Laba Setelah Rugi Besar Tahun 2014

Rabu, 15 Jun 2016 15:20
BAGIKAN:
JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), pada tahun buku 2015, meraih kinerja yang lebih baik dari tahun sebelumnya dengan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 69 miliar atau meningkat 120,88% dibanding tahun 2014 yang mencatat kerugian sebesar Rp 330,53 miliar. Pencapaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT RNI, pada Selasa, 14 Juni 2016, di Kementerian BUMN, Jakarta.

Kontribusi laba sebelum pajak dari sektor industri gula sebesar Rp 209,334 miliar, meningkat dibanding pencapaian tahun 2014 yang mencatat minus Rp 189,57 miliar. Sedangkan dari sektor farmasi dan alat kesehatan membukukan kontribusi laba sebelum pajak sebesar Rp 83,15 miliar meningkat dari tahun 2014 yang berada di angka Rp 54,94 miliar. Adapun, kontribusi laba sektor perdagangan berada di angka Rp 22,22 miliar. Peningkatan kinerja ketiga sektor tersebut mampu menutup pencapaian sektor perkebunan yang masih minus Rp 73,89 miliar.

Sementara itu, dari sisi penjualan, di tahun 2015 perusahaan mencatatkan penjualan sebesar Rp 5.632,86 miliar, tumbuh 13,31% atau Rp 661,76 miliar dari Rp 4.971,10 miliar di tahun 2014. Penjualan utama berasal dari kelompok industri gula sebesar Rp 2.302,70 miliar (40,88%), kelompok industri farmasi dan alat kesehatan sebesar Rp 1.675,85 miliar (29,75%), kelompok perdagangan umum sebesar Rp 1.289,81 miliar (21,39%), dan kelompok perkebunan sebesar Rp364,49 miliar (6,47%). Sementara penurunan terjadi pada produksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) dikarenakan rendahnya produktivitas kebun, produksi karet juga menurun mengingat umur tanaman yang sudah tua.

Direktur Utama PT RNI Didik Prasetyo mengatakan, secara umum, kinerja perseroan di tahun buku 2015 jauh lebih baik dibanding kinerja tahun 2014. Hal tersebut disebabkan oleh pembenahan internal yang dilakukan secara konsisten serta dukungan faktor eksternal yang semakin membaik di semester II tahun 2015 dan peningkatan harga komoditas gula. “Di samping itu, perseroan melakukan beberapa langkah strategis untuk mencapai sasaran yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015,” ungkapnya.

Langkah-langkah Strategis

Beberapa kebijakan strategis tersebut, lanjut Didik, diantaranya dalam hal investasi dan keuangan. Perusahaan didorong melakukan peningkatan kapasitas produksi, pangsa pasar, kualitas produk serta nilai tambah yang maksimal melalui investasi yang dilakukan dengan efektif dan selektif. Investasi dilakukan terbatas hanya pada lingkungan Industri yang prospektif dan benar-benar potensial memberikan nilai tambah. Setiap investasi, terang Didik, harus melalui feasibility study (FS) dan kajian risiko yang memadai. “Tidak ada lagi investasi dan pengembangan yang dilakukan tanpa melakukan kajian mendalam,” jelasnya.

Adapun pengembangan produk baru, jelas Didik, dilakukan dengan maksimal mengedepankan prinsip sinergi BUMN serta pemberdayaan sumber daya yang ada, agar sekaligus dapat meningkatkan nilai tambah aset non produktif dan SDM. “Investasi dan pengembangan kami arahkan untuk mengantisipasi permasalahan operasional, khususnya terkait isu lingkungan hidup, kelangkaan tenaga kerja, upah yang makin mahal, dan penghematan energi, seperti melalui penguatan mekanisasi pertanian, optimasi aplikasi pupuk organik, optimasi penggunaan energi, dan pengamanan ketaatan atas regulasi terkait lingkungan hidup,” papar Didik

Dalam bidang keuangan, pihaknya memberlakukan optimalisasi dana pada anak perusahaan dengan menerapkan cash management sebagai alternatif pendanaan bagi group. “Setiap pengeluaran biaya harus selalu dimonitor dan mengacu pada anggaran yang telah ditetapkan. Selain itu, pinjaman modal kerja kepada anak perusahaan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian pendanaan,” jelasnya.

Guna memantapkan pencapaian, juga ditempuh langka perbaikan di bidang operasional melalui perencanaan produksi yang disusun dengan memperhatikan kepentingan atau tujuan perusahaan dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Kinerja operasional secara simultan diarahkan pada pencapaian target produksi, produktivitas, mutu produk, dan HPP dengan produk impor sejenis sebagai rujukan (benchmark).

“Tantangan yang dihadapi PT RNI ke depan akan semakin ketat, untuk itu, fokus perencanaan produksi akan mengedepankan peningkatan daya saing dengan produk-produk kompetitor baik dari dalam maupun luar negeri,” kata Didik.

Dalam bidang agro, yang merupakan tulang punggung bisnis PT RNI, Perusahaan memandang petani sebagai mitra strategis yang harus dilindungi kepentingannya serta perlu didorong agar tetap mendapatkan profit yang layak. Kuncinya dengan mengembangkan mekanisme kerjasama saling menguntungkan, saling percaya melalui proses yang transparan, bertanggung jawab dan adil. “Kami juga akan semakin tingkatkan kerja sama dengan lembaga penelitian untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna yang relevan dan efektif mendorong peningkatan produksi, produktivitas dan penurunan HPP,” ungkap Didik.(ril)

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Perkuat Industri Alat Kesehatan, Mitra Rajawali Banjaran Kembangkan Hyperbaric Chamber Oxygen Therapy

    BANDUNG (EKSPOSnews): Sebagai upaya pengembangan portofolio bisnis serta dalam rangka berkontribusi mewujudkan kemandirian industri alat kesehatan (alkes) nasional, salah satu anak perusahaan PT Rajaw

  • 10 bulan lalu

    Pernikahan Dini Harus Ditangani Serius

    JAKARTA (EKSPOSnews):  Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah menginginkan berbagai pihak khususnya pemerintah agar dapat menanggapi dengan serius berbagai kasus pernikahan anak yang masih

  • 12 bulan lalu

    RNI Berangkatkan 1.500 Pemudik dengan Bus dan Kapal Laut

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) turut serta mendukung terlaksananya mudik lebaran tahun 2019 yang lancar dan aman melalui pelaksanaan Mudik Bareng dengan memberan

  • 12 bulan lalu

    RNI Minta Perlindungan Hukum Aset Negara Kepada Satgas Saber Pungli

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) mengajukan permohonan perlindungan hukum terhadap aset negara kepada Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kemenk

  • tahun lalu

    Pemprov Aceh Minta IUP PT Emas Mineral Murni Dibatalkan

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Aceh meminta Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) Republik Indonesia meninjau ulang pemberian izin usaha pertambangan atau IUP kepada PT Emas Mineral Murn

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99