Senin, 18 Jun 2018

Perkuat Bisnis Teh, RNI Gandeng PTPN III

Oleh: master sihotang
Senin, 30 Apr 2018 19:04
BAGIKAN:
istimewa.
Dirut PTPN III Dolly P Pulungan dan Dirut RNI B Didik Prasetio saling jabat tangan.
JAKARTA (EKSPOSnews): Lemahnya daya saing teh Indonesia di kancah persaingan dunia perlu disikapi serius dan dirumuskan solusinya.Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada tahun 2017 ekspor teh Indonesia hanya meningkat sebesar 1,04%, hal tersebut tidak sebanding dengan tren penurunan nilai ekspor sebesar 8,08% selama medio 2012-2016.

Guna mewujudkan peningkatan produktivitas,kualitas dan efektifitas ongkos produksi, Kementerian BUMN mendorong sinergi BUMN antara PT MitraKerinci yang merupakan anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI)dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII sebagai anak perusahaan PTPN III (Persero) melalui penadatanganan nota kesepahaman tentang Kerja sama Pengelolaan Kebun Pangheotan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Penadatanganan dilakukan oleh Direktur PT Mitra Kerinci Yosdian Adi bersama Direktur Utama PTPN VIII Bagya Mulyanto, Senin  30 April 2018, di Gedung RNI, Jakarta, dan disaksikan oleh Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro,Direktur Utama PT RNI B. Didik Prasetyo dan Direktur Utama PTPN III Dolly P. Pulungan.

Yosdian Adi mengatakan,dengan dukungan alam dan geografis,Indonesia punya potensi besar sebagai negara utama penghasil teh.Namun, upaya penguatan industri teh tidak bisa dikerjakan sendiri.

"Kerja sama pengelolaan antara PT Mitra Kerinci dan PTPN VIII di Kebun Pangheotan seluas kurang lebih 2.000 ha dan kebun lainnya diharapkan bisa memberikan perbaikan kinerja bagi kedua belah pihak dan perbaikan kesejahteraan ribuan pemetik teh," ujarnya.

Kerja sama dengan ruang lingkup pendampingan perbaikan pabrik teh hijau dan penjualan teh hitam tersebut menargetkan produksi harian sebesar 5 ton-7 ton, dengan nilai investasi sebesar Rp 5 miliar, dan target penjualan sebesar Rp 300 juta per bulan. "Diharapkan, ini akan menjadi awal dari kerja sama pengembangan teh yang lebih luas lagi," ungkap Yosdian.

Sementara itu, Wahyu Kuncoro mengatakan, Kementerian BUMN sangat mendukung sinergi BUMN yang bertujuan untuk membantu terwujudnya program-program pemerintah.Diharapkan kerja saama ini dapat menjadi role model sistem pengelolaan industri teh yang produktif dan efisien. Menurutnya, tantangan utama pengelolaan teh adalah masih tingginya harga pokok produksi di angka Rp 20 ribu per kg,sementara PT Mitra Kerinci berhasil menurunkan HPP di angkaRp 15 ribu per kg.

"Keunggulan-keuanggulan dari kedua pihak perlu dikembangkan dalam skema kerja sama ini dan diterapkan dalam skala kecil terlebih dahulu," ungkap Wahyu.

Sementara itu, Didik mengatakan, peluang industri teh dalam negeri untuk bangkit dan bersaing di pasar global masih sangat besar dan terbuka lebar. "Pasarnya sangat terbuka, baik dalam negeri maupun internasional. Kontradiksi penurunan areal dan produktivitas teh Indonesia disisi lain memberikan peluang dengan pertumbuhan konsumsi minuman teh dalam kemasan yang bertumbuh hingga mencapai diatas 2,3 juta liter per tahun," ujarnya.


  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    RNI Berangkatkan Ribuan Pemudik

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dalam rangka menekan angka pemudik yang menggunaka sepeda motor, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) berangkatkan 1.000 orang pemudik dengan bus dan kapal laut ke Yogyakart

  • 7 hari lalu

    Mudik Ala PTPN III dan Sembako Murah

    MEDAN (EKSPOSnews); Mudik Gratis dan Sembako Murah merupakan salah satu program PTPN III (Persero) dalam membantu masyarakat sekitar yang diselenggarakan pada bulan Ramadhan tahun 2018 M/1439 H ini. S

  • 3 minggu lalu

    RNI Gelar Mudik Gratis Bareng BUMN 2018

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI)turut serta mendukung kelancaran mudik lebaran tahun 2018 dengan menggelar program mudik gratis bagi 1.000 orang pemudik. Program m

  • satu bulan lalu

    PTPN III Tingkatkan Mutu Gula

    JAKARTA (EKSPOSnews): Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero), bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia (Persero), PT Sucofindo (Persero) dan PT Barata Indonesia dalam men

  • 2 bulan lalu

    Pernikahan Dini di Jabar Tinggi

    CIKARANG (EKSPOSnews): Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengungkapkan tingkat pernikahan anak di bawah umur atau pernikahan dini di wilayah tersebut masih tinggi.

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99