Jumat, 21 Sep 2018
  • Home
  • BUMN Perkebunan
  • Pengelolaan Limbah Cair PKS Ajamu Sesuai Aturan, Mahasiswa Kok Tuntut Dirut PTPN IV Dicopot?

Pengelolaan Limbah Cair PKS Ajamu Sesuai Aturan, Mahasiswa Kok Tuntut Dirut PTPN IV Dicopot?

Oleh: master sihotang
Kamis, 13 Sep 2018 09:00
BAGIKAN:
istimewa.
Tuntutan mahasiswa.
MEDAN (EKSPOSnews): Sejumlah mahasiswa yang berasal dari  Panai Tengah, Panai Hilir, dan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut menuntut agar Direktur Utama (Dirut) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Medan dicopot karena diduga tak becus menangani kerusakan lingkungan di sejumlah kebun yang dikelola anak perusahaan PTPN III Holding Perkebunan itu.

Mahasiswa menilai Dirut gagal mengelola dan menerapkan manajemen yang baik pada bawahannya, sehingga limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Panai Hulu dibuang sembarangan. "Masyarakat sudah lama menuntut agar limbah cair PKS tersebut dikelola dengan baik. Sampai saat ini belum ada perbaikan yang berarti," ujar sejumlah mahasiswa.

Mahasiswa menilai manajemen PTPN IV dinilai kurang tangggap terhadap isu lingkungan, sehingga membiarkan limbah cair merusak lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kepala Urusan Humas PTPN IV Sahrul Aman Siregar menegaskan PKS Ajamu yang dikelola PTPN IV telah melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup sesuai UU RI No. 32 Tahun 2009.

Dia mengatakan pengawasan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu, dengan mengirimkan laporan triwulan ke instansi terkait.

"Sertifikasi terbaru tanggal pengujian 10 Juli 2018, dengan hasil uji parameter BOD dan COD masih berada di bawah baku mutu," ujarnya, Kamis 13 September 2018.

Sejauh ini, kata dia, limbah cair dari PKS baru bisa dikatakan terindikasi pencemaran, jika hasil laboraturium membuktikan limbah tidak memenuhi baku mutu.

Mengenai manajemen yang dianggap gagal dalam mengelola dan menerapkan manajemen yang baik kepada bawahannya di unit kebun dan PKS, Sahrul mengatakan, ada Kementerian BUMN dan Holding BUMN perkebunan yang menilai kinerja manajemen yang ditempatkan disetiap anak perusahaan BUMN perkebunan.

Capaian kinerja perusahaan selama tahun 2017, kata dia, sudah membaik dibanding dengan tahun 2016 yang lalu atau naik di atas 136,85%.

"Capaian kinerja perusahaan sampai dengan Agustus 2018 juga sudah membaik dibanding dengan tahun 2017 yang lalu atau naik di atas 100,68%," ujarnya.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Mahasiswa Unimed Raih Medali Emas di Malaysia

    MEDAN (EKSPOSnews): Fatia Azzahra mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara berhasil meraih medali emas pada ajang Internasional Research Innovation Invention Solution and

  • satu bulan lalu

    Mahasiswa Ciptakan Pemotong Nanas Otomatis

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Mahasiswa Program Studi Mekatronika Politeknik Caltex Riau, Arnel Mega Surya, menciptakan alat pengupas dan pemotong nanas secara otomatis sebagai tugas akhirnya kuliah di kamp

  • 2 bulan lalu

    Mahasiswa UMK Ikuti Agri-Relationship Asean Universities Network

    KUDUS (EKSPOSnews): Dua mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus (UMK) mengikuti Agri-Relationship Asean Universities Network di Malaysia, yang diselenggarakan pada 31 Juli–13 Agust

  • 2 bulan lalu

    Puluhan Mahasiswa IPB Asal Nias Utara Terancam

    NIAS UTARA (EKSPOSnews): Puluhan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur beasiswa utusan daerah asal Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara terancam putus kuliah karena belum dikirimnya b

  • 2 bulan lalu

    USU Perpanjang Pendaftaran Seleksi Calon Mahasiswa Mandiri

    MEDAN (EKSPOSnews): Universitas Sumatera Utara (USU) masih membuka kesempatan para calon mahasiswa yang berkeinginan kuliah di perguruan tinggi negeri itu untuk mengikuti jalur Seleksi Masuk Mandiri(S

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99