Rabu, 18 Jul 2018

PTPN VII Akan Eksplorasi Batu Bara

Oleh: marsot
Senin, 12 Feb 2018 04:42
BAGIKAN:
istimewa.
Batu Bara.
BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII bersama PT Dinamika Selaras Jaya (DSJ) menjalin kesepahaman ekplorasi deposit mineral berupa batu bara di areal PTPN VII Unit Ketahun seluas 200 hektare.

PTPN VII menggandeng PT DSJ perusahaan swasta pemilik izin usaha pertambangan (IUP) untuk melakukan kajian awal teknis hingga eksploitasi.

Kesepakatan itu ditandai dengan penanda tanganan naskah kerja sama antara dua perusahaan tersebut di Bengkulu, Selasa (6/2), kata Direktur Utama PTPN VII Dolly P. Pulungan, dalam rilis yang diterima di Bandarlampung, Minggu 11 Februari 2018.

Pada MoU itu, pihak PTPN VII diwakili Direktur Utama Dolly P. Pulungan dan pihak PT DSJ oleh Joko Kus Sulistyoko selaku Direktur Pertambangan.

Penanda tanganan yang berlangsung di Kantor Perwakilan PTPN VII Bengkulu dihadiri para pejabat utama dua perusahaan itu.

" Ya, kami baru saja menanda tangani MoU untuk kerja sama eksplorasi dan eksploitasi kandungan batu bara yang ada di lahan HGU milik PTPN VII di Unit Ketahun, Bengkulu Utara. Dari 2.494 hektare lahan kami di sana, ada sekitar 200 hektare yang di dalam tanah yang kami tanami karet terdapat kandungan bahan mineral berupa batu bara," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya menggandeng perusahaan yang punya IUP yakni PT DSJ untuk mengelola bersama.

Ia menjelaskan, kondisi perusahaan yang sedang butuh banyak dana untuk pemulihan membutuhkan terobosan dan strategi untuk optimalisasi semua aset. Hal ini seiring kebijakan Kementerian BUMN yang memberi keleluasaan kepada BUMN untuk diversifikasi usaha.

"Core bisnis kami tetap perkebunan dan pengelolaan hasil perkebunan. Sedangkan batu bara ini hanya pemanfaatan aset dan bekerja sama dengan pihak ketiga. Dengan persyaratan, jika nanti kandungan mineralnya sudah selesai, harus direklamasi atau direhabilitasi lagi. Selanjutnya, kami tetap akan manfaatkan sesuai core bisnis kami," tambah dia.

Menurutnya, PT DSJ yang berkantor pusat di Gedung Mid Plaza 2 lantai 25 Japan Jenderal Sudirman, Jakarta adalah pemilik izin usaha pertambangan yang mempunyai kompetensi yang sesuai untuk kerja sama ini.

"Kami sudah lakukan pengecekan terhadap perusahaan itu," ujarnya.

Perusahaan itu berdiri sejak Mei 2007 dan mereka menunjukkan legalitas perusahaan yang telah diakui oleh lembaga negara. Mereka punya pengalaman dan kompetensi yang baik.

Terkait poin-poin kesepakatan, Dolly menjelaskan PTPN VII sebagai pemilik HGU lahan dan PT DSJ dalam waktu kurang dari 30 hari ke depan akan membentuk tim yang beranggotakan para pihak untuk melakukan kajian kelayakan terhadap lahan dimaksud.

Tim nantinya juga akan melibatkan pihak ketiga yang berkompeten untuk menilai hasil studi.

"Jangka waktu perjanjian ini satu tahun sejak ditanda tangani. Jika hasil kajian itu sudah selesai dan hasilnya layak, kita akan lanjutkan ke proses eksploitasi dengan perjanjian lanjutan, kata pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini.

Langkah eksplorasi dan eksploitasi kandungan batu bara di lahan PTPN VII ini merupakan terobosan Dolly dalam program percepatan kebangkitan perusahaan. Selain menguatkan pilar-pilar usaha inti yang terdiri dari memacu kinerja keuangan melalui peningkatan produksi, kepastian proses manajemen berdasar good corporate governance, efisiensi, dan meminimalisasi losses dari porses maupun faktor ekternal, dan juga melirik potensi diversifikasi.

Dolly melakukan beberapa langkah strategis di luar core bisnis, selain eksploitasi batu bara, juga pembangunan kawasan wisata terpadu (resor) di Teluk Nipah, Unit Bergen.

Ia juga sedang terus bernegosiasi untuk pembangunan hotel dan rumah sakit di lahan milik PTPN VII di Kantor Distrik Sumatera Selatan di Palembang dan Kompleks Perumahan Kantor Direksi, Bandarlampung.

Untuk jangka pendek, manajemen PTPN VII juga telah mendapat restu dan sedang berproses untuk melakukan spin off (pemisahan usaha) dua pabrik gula (PG Bunga Mayang dan PG Cinta Manis).

Dari spin off itu PTPN VII akan menawarkan saham anak perusahaan yang terbentuk kepada pihak ketiga sebesar 49 persen.

"Kita butuh dana segar yang besar untuk menunjang operasional. Selain kita restrukturisasi finansial dengan melobi perbankan yang memberi kredit kepada kita terdahulu, kita juga butuh tambahan cash yang nilainya cukup besar. Insyaallah pada triwulan kedua, kita sudah bisa bangkit dan semua proses manajemen dan produksi berjalan dengan semestinya," tambah Dolly.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Mitra Kerinci Keja Sama dengan PTPN VIII

    Guna mewujudkan peningkatan produktivitas,kualitas dan efektifitas ongkos produksi, Kementerian BUMN mendorong sinergi BUMN antara PT MitraKerinci yang merupakan anak usaha dari PT Rajawali Nusantara

  • 8 bulan lalu

    Tumpahan Batu Bara Cemari Bengkulu Utara

    BENGKULU (EKSPOSnews): Penyidik Kepolisian Daerah Bengkulu menyebut tumpahan batu bara sebanyak 500 ton milik perusahaan tambang PT Injatama ke laut Bengkulu Utara yang diduga mencemari laut tidak ter

  • 12 bulan lalu

    PLN Akan Akuisisi Tambang Batu Bara

    JAKARTA (EKSPOSnews):Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) siap mengakuisisi perusahaan tambang batu bara."PLN berupaya agar secara sekuritisasi jang

  • tahun lalu

    Pertambangan Batu Bara Rusak Hutan Bengkulu

    BENGKULU (EKSPOSnews): Aktivis lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bengkulu menyebutkan sejumlah perusahaan pertambangan batu bara merusak kawasan hutan di wilayah itu sehingg

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99