Minggu, 23 Feb 2020

PTPN V Akan Bangun PKS di Indragiri Hulu

Kamis, 28 Jan 2016 19:53
BAGIKAN:
JAKARTA (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara V berencana membangun pabrik pengolahan kepala sawit di Air Molek, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Romadka Purba mengatakan, pembangunan pabrik baru ini membutuhkan dana sekitar miliaran rupiah. Kebutuhan dananya akan diperoleh dari rencana penerbitan obligasi berkelanjutan. "Pada tahun ini kami akan menerbitkan obligasi," tutur Romadka di Jakarta.

Dia beralasan, pembangunan pabrik baru ini dilakukan karena kapasitas terpakai 12 unit pabrik yang ada hanya sekitar 80 persen atau 440 ton tandan buah segara (TBS) per jam.

Padahal, kapasitas terpasangnya dapat mencapai 550 ton TBS per jam. Al hasil, sebagian besar kelapa sawit yang dibeli perseroan dari kebun rakyat tidak dapat terserap dengan baik.

Saat ini, perseroan mengelola kebun inti sawit dan kebun plasma. Kebun inti dapat menghasilkan sekitar 1 juta ton TBS, sedangkan kebun plasma 1,6 juta ton TBS.

"Sudah sejak dahulu, walaupun kita punya pabrik luas, namun lebih banyak beli sawit dari kebun masyarakat karena tidak ada lagi ikatan dengan PTPN V sehingga masyarakat bisa jual sawitnya ke pabrik yang dapat bayar mahal," ungkapnya.

Dia menekankan bahwa persaingan mendapatkan TBS di Riau sangat ketat, sebab terdapat banyak pabrik."Namun, kami punya keuntungan di mana pabrik kita dekat dengan kebun masyarakat, sehingga mereka dapat menjualnya kalau mereka mau efisiensi biaya angkut ke pabrik lain," ujarnya.

Diharapkan dengan pabrik baru yang akan beroperasi pada 2017 mendatang, kinerja keuangan semakin meningkat. Pada tahun ini, perseroan mencanangkan perolehan laba bersih sekitar Rp140 miliar atau lebih tinggi dari RKAP 2015 sekitar Rp112-115 miliar. Namun, pendapatan perseroan akan stagnan di kisaran Rp4-5 triliun. Hal ini disebabkan kapasitas pabrik masih terbatas.

"Hal ini didorong oleh peningkatan produksi yang diperkirakan sekitar 19,12 ton dari 18 ton per hektar, serta asumsi harga sawit yang akan naik. Kami mematok harga Rp7.200 per kg CPO," ujarnya.(okezone.com/Neraca)

  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    PKS di Indonesia Mampu Dorong Bioenergi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat kapasitas pengolahan kelapa sawit mentah di Indonesia mencapai 38.320 ton

  • tahun lalu

    Uji Coba Biodiesel B50 Berhasil Menempuh Perjalanan Medan-Jakarta

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) melaksanakan ujicoba penggunaan biodiesel 50 persen (B50) pada dua mobil bermesin diesel menempuh perjalanan dari Kota Medan, Sumatera Utara,

  • tahun lalu

    PPKS Kembangkan Pengunaan B50

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang merupakan lembaga di bawah PT Riset Perkebunan Nusantara mengembangkan penggunaan biodiesel 50 persen pada pencampuran minyak solar atau

  • tahun lalu

    Gubernur Babel Ancam Tutup PKS yang Tak Terima Buah Sawit Petani

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengancam mencabut izin usaha pabrik sawit yang tidak mau menerima panen sawit petani di daerah itu."Saat ini ada

  • tahun lalu

    Pengurus PKS Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

    PALANGKA RAYA (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah menetapkan Agus Sugianto, yang diduga menjabat Sekretaris DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kotawaringin Timur, resmi jadi t

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99