Selasa, 20 Nov 2018

PTPN IV Seimbangkan Penanam Kelapa Sawit dengan Bioteknologi

Rabu, 19 Okt 2016 17:37
BAGIKAN:
istimewa
Tanam ulang kelapa sawit.

MEDAN (EKSPOSnews): PTPN IV menaruh perhatian dan harapan yang cukup besar terhadap setiap pohon kelapa sawit, karena beberapa pertimbangan. Pertama, kelapa sawit merupakan core business PTPN IV, yang secara langsung memberikan kontribusi besar kepada PTPN IV. Kedua, sudah menjadi program perusahaan melakukan replanting sebesar 4% setiap tahunnya, namun untuk tahun 2016 ini, Direksi PTPN IV mengambil kebijakan dengan melaksanakan replanting sebesar 8% atau sekitar 11.096 hektare dan rencana tahun 2017 sekitar 3.853 hektare.

Ketiga, kepedulian kita terhadap setiap pohon kelapa sawit, dalam hal mendukung harapan holding PTPN agar setiap tanaman PTPN IV supaya “berdiri tegak serseri-seri”, demikian disampaikan Dirut PTPN IV Dasuki Amsir pada acara Penanaman Perdana Kelapa Sawit di Blok 16 DK Afdeling VII Nagori Bah Tobu, Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kebun Dolok Ilir, Kabupaten Simalungun, Sumut, Selasa 18 Oktober 2016.

Dasuki Amsir mengimbau kepada manajer, kepala dinas, asisten dan seluruh karyawan PTPN IV, agar setiap tanaman kelapa sawit, perlakukanlah dengan yang baik, benar dan tepat agar  produktivitas  kelapa sawit dapat melebihi potensi yang ada per hektare per tahun pada  usia TM-1, dengan kondisi tanaman yang tidak kalah dibanding kondisi tanaman pada perusahaan sejenis lain, karena tanaman merupakan aset  yang  sangat  berharga  dan menjadi harapan masa depan PTPN IV.

"Berikanlah perhatian yang khusus dan sungguh-sungguh  didalam  pengelolaan  tanaman, dengan menjaga,  memelihara  agar mampu membawa PTPN IV yang kita cinta ini menjadi  perusahaan perkebunan  terbaik (the champion), khususnya dalam  pengelolaan tanaman kelapa sawit  setidaknya  di Indonesia," ujar Dasuki Amsir.

Bukan suatu hal yang mustahil, kata dia, manajemen berkeyakinan bahwa PTPN IV mampu untuk melakukannya, karena  PTPN IV  memiliki  sumber daya  terbaik untuk dapat menjadi sebuah  warisan yang baik bagi anak cucu dan keturunan kita, serta mampu memberi semangat bagi unit usaha lainnya, untuk bersaing secara sehat membuktikan karya terbaik bagi perusahaan yang kita cintai ini.

Selain dihadiri Dirut PTPN IV Dasuki Amsir, acara penanaman perdana kelapa sawit juga dihadiri Komisaris Indenpenden Osmar Tanjung, Direktur Operasional Nasrul, Direktur Komersil Umar Affandi, Kepala Bagian, Manajer Grup Unit Usaha I, II, III dan IV, Kepala Nagori Bah Tobu (Kecamatan Dolok Batu Nanggar) Sumarni serta Karyawan Kebun Dolok Ilir.

Manajer Kebun Dolok Ilir Amrin Pane dalam laporannya mengatakan bahwa tanaman ulang seluas 3.060 hektare dengan menggunakan bioteknologi seluas 303 hektare (di afdeling VI seluas 121 hektare dan afdeling VII seluas 181 hektare) dan non bioteknologi seluas 2.757 hektare (di afdeling I seluas 505 hektare, afdeling II seluas 645 hektare, afdeling III seluas 146 hektare, afdeling IV seluas 469 hektare, afdeling VI seluas 354 hektare, afdeling VII seluas 360 hektare, afdeling VIII seluas 288 hektare).

Acara diawali dengan do'a dipimpin Ustaz Zulham Karyawan Kebun Dolok Ilir dan pemberian santunan kepada 50 anak yatim piatu berasal dari sekitar Kebun Dolok Ilir khususnya sekitar Afdeling VII Kebun Dolok Ilir.

Sementara itu, Kepala Urusan Humas PTPN IV Syahrul Aman Siregar menambahkan penanaman kembali sawit (tanam ulang) di lingkungan PTPN IV dengan bioteknologi sudah berlangsung tiga tahun terakhir untuk menghindari serangan genoderma. "Tanam ulang sawit di PTPN IV sudah memasuki generasi keempat, sehingga sangat rentan terhadap serangan hama genoderma yang menyebabkan busuk pangkal. Untuk mengatasinya, PTPN IV membuat bighole (lubang besar) berukuran panjang dan lebar 3x3 x1 atau 6 meter kubik,: ujarnya.

Produksi tandan buah segar kelapa sawit dengan bioteknologi mampu memproduksi sawit 20,5 ton TBS/ha/tahun dari sebelumnya 18 ton TBS/ha/tahun. "Memang biaya tanaman ulang dengan menggunakan bioteknologi lebih tinggi dibandingkan dengan non bioteknologi. Tapi, produksinya juga meningkat dan serangan genoderma bisa dihempang. (ril)


  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    PTPN IV Ekspor Perdana PKM ke Korea Selatan

    MEDAN (EKSPOSnews): Melalui Pelabuhan Belawan Senin 15 Oktober 2018, PTPN IV melepas pengapalan ekspor perdana produk Palm Kernel Mill (PKM), menggunakan kapal Vesel MV SN QUEEN V.106 sejumlah 6.500 t

  • 3 bulan lalu

    PTPN IV Jadi Tulang Punggung Holding Perkebunan

    MEDAN (EKSPOSnews): PTPN IV diharapkan oleh holding sebagai  backbone atau tulang punggung PTPN III Group, karena setelah  PTPN III mesti PTPN IV sebab target dari pemegang saham yang cukup

  • 3 bulan lalu

    Pensiunan PTPN IV Sepakat Musyawarah

    MEDAN (EKSPOSnews): Pada dasarnya PTPN IV membuka ruang selama setahun kepada Karyawan Pensiunan sepanjang biaya pengosongan rumah dan hak lain belum diterima. Kepada pensiunan  untuk membuat sur

  • 3 bulan lalu

    PMT Dolok Ilir PTPN IV Meriahkan Tujuhbelasan Pakai Lori PKS

    DOLOK ILIR (EKSPOSnews): Semangat tujuhbelasan terlihat di semua kalangan elemen masyarakat termasuk di kebun/pabrik PTPN IV yang tersebar di sembilan kabupaten Provinsi Sumatera Utara.Khusus di Pabri

  • 3 bulan lalu

    Dirut PTPN IV Meresmikan Taman Camellia Sinensis

    MEDAN (EKSPOSnews) Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia, seusai upacara bendera dan pemberian penghargaan jubilaris kepada karyawan, Direktur Utama PTPN IV Siwi P

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99