Kamis, 26 Apr 2018

PTPN IV Seimbangkan Penanam Kelapa Sawit dengan Bioteknologi

Rabu, 19 Okt 2016 17:37
BAGIKAN:
istimewa
Tanam ulang kelapa sawit.

MEDAN (EKSPOSnews): PTPN IV menaruh perhatian dan harapan yang cukup besar terhadap setiap pohon kelapa sawit, karena beberapa pertimbangan. Pertama, kelapa sawit merupakan core business PTPN IV, yang secara langsung memberikan kontribusi besar kepada PTPN IV. Kedua, sudah menjadi program perusahaan melakukan replanting sebesar 4% setiap tahunnya, namun untuk tahun 2016 ini, Direksi PTPN IV mengambil kebijakan dengan melaksanakan replanting sebesar 8% atau sekitar 11.096 hektare dan rencana tahun 2017 sekitar 3.853 hektare.

Ketiga, kepedulian kita terhadap setiap pohon kelapa sawit, dalam hal mendukung harapan holding PTPN agar setiap tanaman PTPN IV supaya “berdiri tegak serseri-seri”, demikian disampaikan Dirut PTPN IV Dasuki Amsir pada acara Penanaman Perdana Kelapa Sawit di Blok 16 DK Afdeling VII Nagori Bah Tobu, Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kebun Dolok Ilir, Kabupaten Simalungun, Sumut, Selasa 18 Oktober 2016.

Dasuki Amsir mengimbau kepada manajer, kepala dinas, asisten dan seluruh karyawan PTPN IV, agar setiap tanaman kelapa sawit, perlakukanlah dengan yang baik, benar dan tepat agar  produktivitas  kelapa sawit dapat melebihi potensi yang ada per hektare per tahun pada  usia TM-1, dengan kondisi tanaman yang tidak kalah dibanding kondisi tanaman pada perusahaan sejenis lain, karena tanaman merupakan aset  yang  sangat  berharga  dan menjadi harapan masa depan PTPN IV.

"Berikanlah perhatian yang khusus dan sungguh-sungguh  didalam  pengelolaan  tanaman, dengan menjaga,  memelihara  agar mampu membawa PTPN IV yang kita cinta ini menjadi  perusahaan perkebunan  terbaik (the champion), khususnya dalam  pengelolaan tanaman kelapa sawit  setidaknya  di Indonesia," ujar Dasuki Amsir.

Bukan suatu hal yang mustahil, kata dia, manajemen berkeyakinan bahwa PTPN IV mampu untuk melakukannya, karena  PTPN IV  memiliki  sumber daya  terbaik untuk dapat menjadi sebuah  warisan yang baik bagi anak cucu dan keturunan kita, serta mampu memberi semangat bagi unit usaha lainnya, untuk bersaing secara sehat membuktikan karya terbaik bagi perusahaan yang kita cintai ini.

Selain dihadiri Dirut PTPN IV Dasuki Amsir, acara penanaman perdana kelapa sawit juga dihadiri Komisaris Indenpenden Osmar Tanjung, Direktur Operasional Nasrul, Direktur Komersil Umar Affandi, Kepala Bagian, Manajer Grup Unit Usaha I, II, III dan IV, Kepala Nagori Bah Tobu (Kecamatan Dolok Batu Nanggar) Sumarni serta Karyawan Kebun Dolok Ilir.

Manajer Kebun Dolok Ilir Amrin Pane dalam laporannya mengatakan bahwa tanaman ulang seluas 3.060 hektare dengan menggunakan bioteknologi seluas 303 hektare (di afdeling VI seluas 121 hektare dan afdeling VII seluas 181 hektare) dan non bioteknologi seluas 2.757 hektare (di afdeling I seluas 505 hektare, afdeling II seluas 645 hektare, afdeling III seluas 146 hektare, afdeling IV seluas 469 hektare, afdeling VI seluas 354 hektare, afdeling VII seluas 360 hektare, afdeling VIII seluas 288 hektare).

Acara diawali dengan do'a dipimpin Ustaz Zulham Karyawan Kebun Dolok Ilir dan pemberian santunan kepada 50 anak yatim piatu berasal dari sekitar Kebun Dolok Ilir khususnya sekitar Afdeling VII Kebun Dolok Ilir.

Sementara itu, Kepala Urusan Humas PTPN IV Syahrul Aman Siregar menambahkan penanaman kembali sawit (tanam ulang) di lingkungan PTPN IV dengan bioteknologi sudah berlangsung tiga tahun terakhir untuk menghindari serangan genoderma. "Tanam ulang sawit di PTPN IV sudah memasuki generasi keempat, sehingga sangat rentan terhadap serangan hama genoderma yang menyebabkan busuk pangkal. Untuk mengatasinya, PTPN IV membuat bighole (lubang besar) berukuran panjang dan lebar 3x3 x1 atau 6 meter kubik,: ujarnya.

Produksi tandan buah segar kelapa sawit dengan bioteknologi mampu memproduksi sawit 20,5 ton TBS/ha/tahun dari sebelumnya 18 ton TBS/ha/tahun. "Memang biaya tanaman ulang dengan menggunakan bioteknologi lebih tinggi dibandingkan dengan non bioteknologi. Tapi, produksinya juga meningkat dan serangan genoderma bisa dihempang. (ril)


  Berita Terkait
  • 15 jam lalu

    PTPN IV Raih 5 Penghargaan Indonesia Green Awards 2018

    JAKARTA (EKSPOSnews): PTPN IV sebagai salah satu Anak Perusahaan BUMN Perkebunan selalu berkeinginan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar karena keberadaan perseroan berdampingan lan

  • 6 hari lalu

    PTPN IV Resmi Miliki Sertifikat HGU

    MEDAN (EKSPOSnews): PTPN IV Kebun Adolina berstatus resmi. Hal itu  berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Republik Indonesia tanggal 7 Desember 2009 dengan No. 163/HG

  • 6 hari lalu

    Harumkan Nama Baik PTPN IV melalui Porseni

    MEDAN (EKSPOSnews): "Semua yang mewakili PTPN IV di kontingen ini tentu sudah memahami dirinya sebagai yang terbaik, karena berhasil terpilih dari 20.900 karyawan melalui seleksi yg ketat," kata Siwi

  • 2 bulan lalu

    Konsultasi Komisi II DPRD Simalungun - PTPN IV Sepakat Atasi Banjir

    MEDAN (EKSPOSnews): Komisi II DPRD Simalungun yang membidangi perekonomian dan pembangunan mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Umum dan konsultasi dengan jajaran pimpinan PTPN IV di Meeting Room, K

  • 3 bulan lalu

    Direksi PTPN IV Dialog dengan DPRD Simalungun

    MEDAN (EKSPOSnews): Lokasi unit usaha PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) ada di sembilan Kabupaten Provinsi Sumatera Utara, termasuk di Kabupaten Simalungun sekitar 55%. Selama ini sudah menjadi kom

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99