Senin, 24 Feb 2020

PTPN II Hancur karena Penggarapan HGU

Senin, 20 Jun 2016 23:14
BAGIKAN:
MEDAN (EKSPOSnews):  PT Perkebunan Nusantara II terus mengalami kerugian lima tahun terakhir karena banyaknya penggarapan areal hak guna usaha (HGU) yang dilakukan kelompok masyarakat secara ilegal.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PTPN II Komarruzaman menegaskan telah terjadi sejak 2012 sebesar Rp97,97 miliar, 2013 menurun menjadi Rp96,92 miliar, dan 2014 rugi Rp401,5 miliar.
 
"Sejak 5 tahun lalu, PTPN II selalu merugi terus. Permasalahan HGU dan aset, yang berada di tengah kota sampai saat ini menjadi persoalan krusial dan menyulitkan perusahaan," ujarnya dalam rapat dengan Komisi B DPRD Sumut di Medan, Senin 20 Juni 2016.

Pada 1999, areal perkebunan PTPN II yang berakhir HGU-nya 62.161,04 hektare. Proses perpanjangan HGU, jelasnya, akhirnya terhambat reformasi dan disetujui seluas 56.341,85 hektare. "Sisanya 5.873,06 hektare tidak diperpanjang."
 
Dia menegaskan, areal yang tidak diperpanjang HGU-nya inilah yang bermasalah sampai sekaran. Bahkan, tambah dia, saat ini berimbas ke areal lainnya digarap oleh kelompok masyarakat secara ilegal.

Derdasarkan SK BPN pada 2002 penggunaannya diserahkan kepada gubernur. Setelah memperoleh izin pelepasan aset dari menteri BUMN selanjutnya diserahkan kepada pemerintah daerah (Pemprov Sumut).
 
Komaruzzaman menuturkan, masih ada masyarakat yang menguasai lahan HGU 13.081,51 hektare. Selain itu, jelasnya, lahan yang sudah terbit HGU tapi belum ada setifikat sejak 2002 yakni 2.915,23 hektare.
 
"Sudah 14 tahun persoalan ini tidak selesai. Padahal sudah sampai ke pemerintah pusat. Banyak yang memperebutkan, padahal bukan hak mereka.

Ketua Komisi B DPRD Sumut Sopar Siburian mengatakan, pihaknya juga telah mendatangi Kementerian BUMN untuk menyelesaikan konflik lahan ini. Namun, Kementerian BUMN menyerahkannya ke Kemenpolhukam.
 
"Mereka minta pemprov menyelesaikan daftar normatif lahan, tapi ini sulit direalisasikan, karena bersinggungan dengan banyak pihak. Sementara itu, pemprov saat ini ingin fokus membangun Sumut. Kami mendorong supaya aset PTPN II ini jelas, agar bisa segera dimanfaatkan seperti untuk KSO (kerja sama operasional)," tuturnya. (em)

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Menang Perkara di MA, PN Sei Rampah Eksekusi Areal HGU PTPN III yang Dikuasai Penggarap

    MEDAN (EKSPOSnews): Setelah melewati proses panjang, areal HGU PTPN III (Persero) seluas + 10 Ha terletak di Desa Tambak Cekur, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut yang selama ini d

  • 4 bulan lalu

    Partai Gerindra Bakal Hancur

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan Partai Gerindra selama ini telah menjadi simbol partai oposisi, yang telah menjalankan fungsi kontrol terha

  • 3 tahun lalu

    Hutan Sumbar Hancur

    PADANG (EKSPOSnews): Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan hutan di provinsi itu terancam punah akibat penambangan dan sejumlah aktivitas ilegal, seperti pembalakan liar d

  • 3 tahun lalu

    Pusat Komando ISIS di Irak Hancur Lebur

    BAGHDAD (EKSPOSnews): Koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat mengaku telah menghancurkan sebuah bangunan di kompleks medis sebelah barat kota Mosul, Irak.Bangunan itu diduga merupakan pus

  • 3 tahun lalu

    Selidiki Eks HGU PTPN II yang Jatuh ke Tangan Pejabat dan Penggarap Liar

    MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah diminta agar menyelidiki tanah eks Hak Guna Usaha PT Perkebunan Nusantara 2 di Provinsi Sumatera Utara, seluas 5.873,06 hektare yang diduga banyak dikuasai oknum-oknu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99