Sabtu, 16 Des 2017

PTN XI Bentuk Tim Khusus

Oleh: yusuf
Senin, 24 Jul 2017 13:38
BAGIKAN:
istimewa
Pabrik Gula.
MADIUN (EKSPOSnews0: PT Perkebunan Nusantara XI akan membentuk tim khusus guna melakukan investigasi internal terkait meledaknya pan penguapan atau "evaporator" (bukan ketel uap, red) Pabrik Gula Pagottan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang melukai tiga karyawannya.

"Tim tersebut nantinya terdiri dari manajemen kantor pusat serta tim Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)," kata Sekretaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Agus Priambodoujar kepada wartawan di Madiun, Senin 24 Juli 2017.

Seperti diketahui, pan penguapan Pabrik Gula (PG) Pagotan milik PT Perkebunan Nusantara XI di Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun meledak pada Jumat (21/7) malam saat pergantian jam kerja.

Peristiwa tersebut membuat tiga orang karyawannya mengalami luka bakar serius di bagian tubuh dan menjalani perawatan medis di rumah sakit. Dua orang korban itu dirujuk ke sebuah rumah saakit di Malang dan seorang lainnya menjalanI perawatan di RSUD dr Soedono Madiun.

Agus mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab meledaknya pan penguapan tersebut. Pihak perusahaan belum dapat melakukan penyelidikan internal karena lokasinya masih dipasang garis polisi.

Di sisi lain, PTPN XI juga bekerja sama dengan kepolisian guna mengungkap penyebab meledaknya pan tersebut.

Agus memastikan jika pan penguapan atau "evaporator" milik Pabrik Gula Pagottan yang meledak hingga melukai tiga karyawannya itu dalam kondisi baik.

"Yang meledak itu bukan ketel uap. Kami mengonfirmasi yang meledak adalah pan penguapan atau evaporator nomor 2 dan itu dipastikan dalam kondisi baik, layak dioperasikan," katanya.

Ia menjelaskan, pada saat meledak, pan sedang dalam proses pembersihan. Sehingga hanya berisi air dan bukan nira.

"Pembersihan itu bertujuan untuk membersihkan kerak nira yang tertinggal saat proses pembuatan gula. Sesuai dengan SOP, proses penguapan air untuk pembersihan berjalan selama 10 jam, namun itu baru empat jam sudah meledak," kata dia.

Agus menambahkan, akibat kejadian tersebut, saat ini PG Pagottan terpaksa berhenti beroperasi, tidak melakukan giling tebu. Namun untuk kegiatan perkebunan lainnya masih tetap berjalan.

"Untuk kegiatan produksi gula atau giling PG Pagottan berhenti sementara. Namun, untuk perkebunan masih berjalan karena kami memiliki perkebunan sendirI dan petani binaan," katanya.

Agar tidak mengganggu target produksi gula, proses penggilingan tebu wilayah kerja PG Pagottan akan dilakukan di pabrik gula sesaudara. Di antaranya di PG Rejosari, PG Purwodadi, dan PD Sudhono selama proses perbaikan di PG Pagottan berlangsung.

Adapun, PG Pagottan pada musim giling 2017 ditargetkan memproduksi sebanyak 3.700 kuintal gula. Dari jumlah tersebut baru terealisasi sebesar 1.300 kuintal gula.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    PTPN XI Salurkan Bantuan Bencana

    SURABAYA (EKSPOSnews): Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara XI menyalurkan bantuan korban bencana angin puting beliung di Sidoarjo serta banjir dan tanah longsor di Pacitan, Jawa Timur, sebesar Rp1

  • 4 minggu lalu

    PTPN XI Jamin Pembayaran Pupuk Petani

    JEMBER (EKSPOSnews): Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara XI menjamin pembayaran pupuk petani tebu karena pupuk merupakan hal vital bagi petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu."Kami m

  • 4 minggu lalu

    PTPN XI Kembangkan Bisnis Edamame

    JEMBER (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI bekerja sama dengan PT Mitra Tani Dua Tujuh mengembangkan diversifikasi bisnis edamame.Terkait hal itu kedua perusahaan tersebut melakukan penand

  • satu bulan lalu

    PTPN XI Akan Genjot Produksi Gula

    SURABAYA (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara XI berencana meningkatkan kapasitas enam pabrik gula di lingkungannya pada 2018, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat."Dengan peningkatan kapasi

  • 2 bulan lalu

    Listrik Bioetanol dari PTPN XI

    JEMBER (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI berencana mengujicobakan dua pabriknya, yakni Pabrik Gula (PG) Jatiroto Lumajang dan PG Asembagus Situbondo pada 2018 untuk menghasilkan listrik

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99