Jumat, 18 Agu 2017

PTN XI Bentuk Tim Khusus

Oleh: yusuf
Senin, 24 Jul 2017 13:38
BAGIKAN:
istimewa
Pabrik Gula.
MADIUN (EKSPOSnews0: PT Perkebunan Nusantara XI akan membentuk tim khusus guna melakukan investigasi internal terkait meledaknya pan penguapan atau "evaporator" (bukan ketel uap, red) Pabrik Gula Pagottan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang melukai tiga karyawannya.

"Tim tersebut nantinya terdiri dari manajemen kantor pusat serta tim Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)," kata Sekretaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Agus Priambodoujar kepada wartawan di Madiun, Senin 24 Juli 2017.

Seperti diketahui, pan penguapan Pabrik Gula (PG) Pagotan milik PT Perkebunan Nusantara XI di Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun meledak pada Jumat (21/7) malam saat pergantian jam kerja.

Peristiwa tersebut membuat tiga orang karyawannya mengalami luka bakar serius di bagian tubuh dan menjalani perawatan medis di rumah sakit. Dua orang korban itu dirujuk ke sebuah rumah saakit di Malang dan seorang lainnya menjalanI perawatan di RSUD dr Soedono Madiun.

Agus mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab meledaknya pan penguapan tersebut. Pihak perusahaan belum dapat melakukan penyelidikan internal karena lokasinya masih dipasang garis polisi.

Di sisi lain, PTPN XI juga bekerja sama dengan kepolisian guna mengungkap penyebab meledaknya pan tersebut.

Agus memastikan jika pan penguapan atau "evaporator" milik Pabrik Gula Pagottan yang meledak hingga melukai tiga karyawannya itu dalam kondisi baik.

"Yang meledak itu bukan ketel uap. Kami mengonfirmasi yang meledak adalah pan penguapan atau evaporator nomor 2 dan itu dipastikan dalam kondisi baik, layak dioperasikan," katanya.

Ia menjelaskan, pada saat meledak, pan sedang dalam proses pembersihan. Sehingga hanya berisi air dan bukan nira.

"Pembersihan itu bertujuan untuk membersihkan kerak nira yang tertinggal saat proses pembuatan gula. Sesuai dengan SOP, proses penguapan air untuk pembersihan berjalan selama 10 jam, namun itu baru empat jam sudah meledak," kata dia.

Agus menambahkan, akibat kejadian tersebut, saat ini PG Pagottan terpaksa berhenti beroperasi, tidak melakukan giling tebu. Namun untuk kegiatan perkebunan lainnya masih tetap berjalan.

"Untuk kegiatan produksi gula atau giling PG Pagottan berhenti sementara. Namun, untuk perkebunan masih berjalan karena kami memiliki perkebunan sendirI dan petani binaan," katanya.

Agar tidak mengganggu target produksi gula, proses penggilingan tebu wilayah kerja PG Pagottan akan dilakukan di pabrik gula sesaudara. Di antaranya di PG Rejosari, PG Purwodadi, dan PD Sudhono selama proses perbaikan di PG Pagottan berlangsung.

Adapun, PG Pagottan pada musim giling 2017 ditargetkan memproduksi sebanyak 3.700 kuintal gula. Dari jumlah tersebut baru terealisasi sebesar 1.300 kuintal gula.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    PTPN XI Berupaya Tingkatkan Rendemen Tebu

    SURABAYA (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI menargetkan bisa mencapai rendemen tinggi atau mencapai 8 persen pada akhir giling, tujuannya untuk menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung gula

  • 3 bulan lalu

    PTPN XIII Kembalikan Sertifikat Plasma

    BALIKPAPAPAN (EKSPOSnews): Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara XIII Abdul Ghani berharap petani plasma kelapa sawit yang sudah mendapatkan kembali sertifikat lahan kebunnya dapat terus meningkatkan

  • 6 bulan lalu

    PTPN XI Kejar Target Produksi

    SURABAYA (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI terus mengejar target produk diversifikasi atau turunan tebu selain gula, tujuannya untuk meningkatkan kinerja produksi gula dan perolehan laba

  • 7 bulan lalu

    PTPN XI Jadi Percontohan ERP

    SURABAYA (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI ditunjuk oleh holding menjadi proyek percontohan penerapan sistem manajemen informasi "Enterprise Resource Planning" (ERP) atau ap

  • 9 bulan lalu

    PTPN XIII Minta Mediasi dengan Masyarakat Adat

    SAMARINDA (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PN) XIII di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur meminta DPRD Kaltim bisa memediasi persoalan tuntutan warga terkait klaim tanah adat di lokasi perkebu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak