Senin, 20 Nov 2017

Laba PTPN XI Diperkirakan Tertekan karena Investasi

Oleh: Alex
Selasa, 14 Mar 2017 22:43
BAGIKAN:
istimewa
Areal Tebu.
SURABAYA (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI pada tahun ini menurunkan target laba karena banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk investasi.

Direktur Utama PTPN XI Moh Cholidi mengatakan dalam peningkatan pendapatan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan terlebih di tengah harga gula yang tengah menurun. Salah satunya melalui pemangkasan biaya operasional.

“Kami masih terbebani  biaya energi dari luar, bahan bakar alternatif, dan biaya untuk listrik. Ini bisa kami turunkan, masih ada celah meskipun harga gula cenderung tertekan,” ujarnya di Surabaya, Senin 13 Maret 2017.

Tahun lalu, PTPN XI membukukan laba senilai Rp132 miliar dan tahun ini diproyeksikan senilai Rp86 miliar.

Dia menjelaskan tahun ini  target laba diturunkan karena beberapa biaya yang harus dialokasikan untuk investasi.

Dia mencontohkan peningkatan kapasitas pabrik gula (PG) Djatiroto dan PG Assembagoes dengan nilai total sekitar Rp1,6 triliun. Selain itu, masih ada biaya penyusutan dan bunga bank, sehingga proyeksi laba tahun ini tidak terlalu tinggi.

“Kami berusaha untuk melampaui target tersebut,” ujarnya.

Direktur Operasional PTPN XI Daniyanto mengatakan tahun ini pihaknya mengejar diversifikasi produk tebu selain gula. Hal ini dilakukan sebagai alternatif pendapatan perusahaan karena harga gula dikontrol oleh pemerintah dan di sisi lain harga pokok produksi naik seiring biaya upah tenaga kerja serta bahan baku tebu.

Beberapa produk turunan tebu yang akan diproduksi yaitu fermented pellet bagasse atau fermentasi ampas tebu, dan bio feltilizer. “Kami juga memperbanyak varian produksi gula, seperti brown sugar serta utilisasi aset kami, yaitu membangun housing atau apartemen di lahan kami,” katanya.

Adapun, untuk meningkatkan hasil produksi, PTPN XI tengah berencana untuk memperluas lahan hak guna usaha (HGU) sebesar 1.000 hektare setiap tahunnya. Wilayah yang dibidik antara lain Jember, Bondowoso, dan Situbondo dengan potensi lahan HGU seluas 3.000 hektare hingga 4.000 hektare.

Mantan Dirut PTPN XI yang baru saja resmi digantikan, Dolly Parlagutan Pulungan, berharap jajaran manajemen baru memiliki strategi yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti kondisi ekonomi, cuaca, dan harga gula yang terbatas. Dia menilai PTPN XI memiliki potensi yang baik di tahun ini, terlebih manajemen lama telah menyiapkan pendanaan dan ekuitas yang kuat.

“Saya siapkan untuk pembelian lahan Rp500 miliar dan untuk pengembangan perusahaan kapasitas produksi sekitar Rp2,4 triliun,di mana Rp650 miliar berasal dari penyertaan modal negara dan sisanya dari kami,” ujarnya.

Sumber pembiayaan untuk ekspansi tahun ini ada yang berasal dari perbankan, yaitu dari BRI dan BNI dengan nilai pinjaman Rp1,8 triliun.

Sepanjang tahun lalu, total produksi gula PTPN XI tercatat mencapai 142.000 ton, dengan rendemen tertinggi dari PG Assembagoes yakni 7,08%. Tahun ini, ditargetkan total produksi gula sebesar 187.000 ton dengan rendemen tebu bisa mencapai 8,04%.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99