Jumat, 14 Des 2018

Konsultasi Komisi II DPRD Simalungun - PTPN IV Sepakat Atasi Banjir

Oleh: master sihotang
Rabu, 21 Feb 2018 16:39
BAGIKAN:
istimewa.
DPRD Simalungun dan PTPN IV Medan.
MEDAN (EKSPOSnews): Komisi II DPRD Simalungun yang membidangi perekonomian dan pembangunan mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Umum dan konsultasi dengan jajaran pimpinan PTPN IV di Meeting Room, Kantor Direksi PTPN IV Medan pada 20 Februari 2018.

"Secara umum, RDP ini kami lakukan sehubungan dengan aspirasi masyarakat Kabupaten Simalungun mengenai hal-hal yang menyangkut masalah perkebunan," ujar Wakil Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani yang bertindak selaku koordinator Komisi II DPRD Simalungun.

"Sebagai anggota Dewan kami mempunyai tanggung jawab kepada masyarakat Kabupaten Simalungun dalam pembangunan perekonomian rakyat, khususnya dalam hal pengendalian banjir serta infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan nagori. Kami yakin, PTPN IV juga mempunyai kemauan dan keinginan untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya jika terjadi banjir akibat curah hujan yang tinggi."

Harapan yang disampaikan oleh para anggota Dewan itu, khususnya yang berhubungan dengan sarana dan prasarana jalan ditanggapi positif oleh Ali Musri selaku Kabag Umum dan PKBL.

Menurutnya, PTPN IV sudah merealisasikan program Corporate Sosial Responsibility (CSR) dan secara berkesinambungan akan terus melaksanakan kegiatan di lingkungan Kebun Unit PTPN IV yang berada di kawasan Kabupaten Simalungun. "Kami ikut berpartisipasi dalam pengendalian banjir di wilayah Kebun Marjandi," kata Ali Musri.

Menurut Noveri Idris Butar-Butar selaku Manajer Kebun Marjandi, pada dasarnya pihak PTPN IV selalu merasa was-was setiap musim hujan datang. "Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Simalungun. khususnya di sekitar Kebun Marjandi selalu membuat kami resah. Karena itu pada saat ini kami sedang melakukan pencucian parit di blok tanaman dan pembuatan parit kanal untuk melancarkan arus air," kata Noveri.

Lebih lanjut Noveri mengatakan, dalam mengatasi banjir di sekitar Kebun Marjandi, PTPN IV terus berupaya melakukan pengalihan arus air ke tempat lain yang tidak merusak lingkungan.

"Kami berharap upaya pengendalian banjir ini akan rampung pada Maret mendatang, karena selama dua minggu terakhir ini kami menggunakan alat-alat berat seperti excavator dan lain-lain."

Sebagai catatan, PTPN IV menyebutkan bahwa tindakan penanggulangan banjir yang sudah dilakukan sejak tahun 2012 dengan membuat parit pembuangan sepanjang 1.200 meter untuk mengalihkan air yang mengarah ke Nagori Panei Tongah. Pada tahun yang sama PTPN juga membuat parit pengalihan air di areal Afdeling 2 ke sungai Bah Bolon dan di areal Afdeling 1 ke sungai Bah Kuo, agar Nagori Marpis terhindar dari banjir. Tidak hanya melakukan pembuatan parit-parit rajang di dalam blok untuk pembagian air, PTPN juga melakukan pembayaran ganti rugi akibat banjir di Nagori Marpis dan Embong.

Pada 2016 pihak masyarakat, PTPN IV dan Pemerintah Kabupaten Simalungun bekerjasama dengan Balai Penanggulangan Bencana Alam untuk merehabilitasi parit kanal sepanjang 1.200 meter yang telah dibangun oleh Kebun Marjandi. PTPN juga memberi ganti rugi kepada masyarakat Panei Tongah sebesar Rp.90.000.000,- untuk perbaikan parit beton dan prasarana umum yang dirusak banjir. Sementara gotong royong bersama masyarakat untuk perbaikan jalan Nagori Raya Bosi dan Embong serta kampung lainnya hingga saat ini masih terus berjalan.

Di tahun 2018 program pencucian dan pembuatan parit sedang berjalan. Saat ini excavator sedang bekerja memperbaiki jalan Nagori Bah Tangan, dilanjutkan dengan merehabilitasi parit di Nagori Panei Tongah dan jalan Nagori Embong, Nagori Raya Bosi dan Marpis.

Sebagai jalan keluar untuk menanggulangi banjir pada 2018 ini, PTPN IV memberi solusi untuk merehabilitasi parit sepanjang 1.200 meter dan membuat parit-parit kanal agar air hujan dapat dibuang ke Parsaguan. Pembuatan parit jalan itu telah didiskusikan dengan Pemerintah Provinsi di Nagori Panei Tongah. Rancangan ini sudah dimusyawarahkan PTPN dengan masyarakat dan kegiatan ini sekarang sedang berjalan, termasuk penanaman kembali pohon-pohon di daerah yang rawan banjir. "Semua sedang diinventarisasi oleh kebun," ujar Noveri.

Di bagian akhir konsultasi, para anggota dewan dan pihak PTPN IV menjalin kesepakatan untuk lebih intens mengatasi banjir dengan mengadakan pertemuan lapangan yang terjadwal dengan mengikutsertakan instansi terkait lainnya.

Para anggota Komisi II DPRD Simalungun yang hadir pada acara konsultasi itu adalah Betty Rodearni Sinaga (Ketua), Jhon Manat Purba (Wakil Ketua), Burhanuddin Sinaga (Sekretaris) dan anggota Guntur Lumbansiantar, Pantas Sitanggang, Johialam Saragih, John Marudut Tuah Saragih, Najaruddin, Tumpak Silitonga, Adianto Pasaribu, dan beberapa staf.

Sementara PTPN IV diwakili oleh Kabag Tanaman Amrin Pane, General Manajer Distrik I Sukiman, General Manajer Distrik II TM Siahaan, Manajer Kebun Marjandi Noveri Idris Butar-Butar dan beberapa Kasubag dari Corporate Secretary, Bagian Umum dan PKBL serta Staf Sub Bagian Tanaman.


  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Manajemen PTPN IV Gelar Raker dengan Karyawan

    MEDAN (EKSPOSnews): Dalam upaya untuk meraih produksi dan produktivitas perusahaan tahun 2018 sekaligus strategi perusahaan dalam menghadapi 2019, manajemen PTPN IV menggelar Rapat Kerja (Raker) denga

  • 2 minggu lalu

    Sinergitas Manajemen PTPN IV dengan SP-Bun

    MEDAN (EKSPOSnews): Menjelang berakhirnya tahun 2018, masing-masing General Manajer Distrik (GMD) I, II, III dan IV mengadakan rapat kerja (raker), yang juga dihadiri oleh Manajer Kebun, Ketua dan Ang

  • 2 bulan lalu

    PTPN IV Ekspor Perdana PKM ke Korea Selatan

    MEDAN (EKSPOSnews): Melalui Pelabuhan Belawan Senin 15 Oktober 2018, PTPN IV melepas pengapalan ekspor perdana produk Palm Kernel Mill (PKM), menggunakan kapal Vesel MV SN QUEEN V.106 sejumlah 6.500 t

  • 4 bulan lalu

    PTPN IV Jadi Tulang Punggung Holding Perkebunan

    MEDAN (EKSPOSnews): PTPN IV diharapkan oleh holding sebagai  backbone atau tulang punggung PTPN III Group, karena setelah  PTPN III mesti PTPN IV sebab target dari pemegang saham yang cukup

  • 4 bulan lalu

    Pensiunan PTPN IV Sepakat Musyawarah

    MEDAN (EKSPOSnews): Pada dasarnya PTPN IV membuka ruang selama setahun kepada Karyawan Pensiunan sepanjang biaya pengosongan rumah dan hak lain belum diterima. Kepada pensiunan  untuk membuat sur

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99