Jumat, 21 Sep 2018

Kondisi Keuangan PTPN VII Masih Berat! Utang Menggunung

Oleh: alex
Sabtu, 18 Agu 2018 14:34
BAGIKAN:
istimewa.
Tanaman tebu.
BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN)VII Lampung secara akuntansi sesungguhnya sudah bangkrut. Utang ke perbankan saja diperkirakan mencapai Rp7,8 triliun.

Sejumlah kalangan menilai langkah restrukturisasi finansial yang dilakukan manajemen tampaknya belum bisa membawa keuangan anak perusahaan PTP III Holding ini menghijau.

"Posisi keuangan PTPN VII masih berat. Masih merugi," ujar sumber yang tak mau disebutkan identitasnya.

Dia menilai pangkal persoalan PTPN VII adalah over investasi yang dibuat manajemen sebelumnya. Dengan menggeber sejumlah investasi yang tak penting dan didanai dengan utang perbankan, BUMN yang mengelola komoditas sawit seluas 26.000 hektare itu jadi kehilangan arah. "Utang PTPN VII ke perbankan mencapai Rp7,8 triliun. Belum utang kepada rekanan," ujarnya.

Demikian juga komoditas karet, tuturnya, tampaknya masih merugi terus karena harga yang tidak stabil. Gula ddan teh setali tiga uang belum mampu memberikan kontribusi positif.

Walaupun tebu yang dikelola tak seluruhnya mengandalkan punya rakyat, komoditas tebu yang menghasilkan gula belum mampu memberikan kontribusi positif bagi keuangan perusahaan.

Langkah untuk menyelamatkan perusahaan pelat merah ini, salah satunya menjalin kerja sama operasional (KSO) dengan sejumlah perusahaan swasta atau mitra usaha untuk meningkatkan pendapatan dari aset yang mengalami penurunan produksi.

"KSO dilakukan PTPN VII untuk beberapa aset yang mengalami kemunduran produksi. Saat ini, sebagai uji coba dan menunjukkan hasil sangat baik adalah KSO Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Unit Talopino di Kabupaten Seluma, Bengkulu," kata Direktur Utama PTPN VII M Hanugroho di Bandarlampung, Sabtu 18 Augustus 2018.

Ia menyebutkan, KSO Talopino mendapatkan mitra dari PT Bengkulu Sawit Lestari (BSL) dengan penawaran terbuka (lelang). Menurutnya, dari PKS Talopino ini, PTPN VII mampu menghasilkan profit pada kisaran Rp1,5 miliar per bulan. Dan langkah KSO Talopino ini menjadi model kerja sama untuk aset PTPN VII yang lain.

Model KSO yang juga sedang diformulasikan adalah kebun dan pabrik Teh Gunung Dempo di Pagar Alam. Dalam hal ini, PTPN VII Menggandeng PT Chakra. Saat ini sedang dalam proses perumusan model dan teknis kerja sama.

Selain itu, pihaknya melakukan beberapa langkah strategis yang telah dilakukan manajemen sehingga grafik pertumbuhan PTPN VII mulai membaik.

Salah satunya dengan program restrukturisasi sumber daya manusia (human capital), manajemen telah menemukan pola-pola kerja yang sesuai dengan kondisi lapangan.

"Saat ini, hasil dari berbagai upaya perbaikan kinerja, terutama pada aspek attitude dan budaya kerja, telah terjadi 'revolusi mental' di seluruh lapisan," jelasnya.

Hanugroho menjelaskan, hasil dari upaya untuk menyusupkan inti budaya kerja "jujur, tulus, ikhlas", saat ini semua unit bisnis di PTPN VII menunjukkan kenaikan produksi dan produktivitas.Beberapa contoh, antara lain produksi karet di setiap unit menunjukkan kenaikan lebih dari 100 persen. Bahkan, ada yang sampai 250 persen.

Namun, lanjutnya, kenaikan ini bukan seluruhnya dari faktor perbaikan mentalitas. Ada faktor alam yang mendukung, faktor usia produktif tanaman, faktor eksternal (keamanan hasil produksi dari pencurian), pengawasan yang lebih intensif, juga motivasi dan sikap positif dari karyawan.

PTPN VII lanjutnya, juga melakukan optimalisasi aset mengingat banyak aset PTPN VII yang tidak maksimal, bahkan tidak termanfaatkan tetapi memilik potensi di luar bisnis."Antara lain kawasan Pantai Teluk Nipah. Ada bangunan dan lahan strategis di depan kantor Direksi. Ada lahan yang terkandung deposit batu bara di lahan dan lainnya," tambah Hanugroho.

Sumber: berbagai sumber.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Bareskrim Tangkap Pimpinan Sekte Penghapus Utang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri menangkap Soegiharto Notonegoro, pimpinan sekte penghapus utang, United Nation Trust Orbit Swissindo (UN Swis

  • tahun lalu

    Satu Keluarga Dihabisi karena Utang Sabu-Sabu! Kurang Masuk Akal!

    MEDAN (EKSPOSnews): Keluarga Riyanto, korban pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli membantah jika korban memiliki utang pembelian narkoba kepada tersangka Andi Lala."Tuding

  • tahun lalu

    Ryanto Sekeluarga Dihabisi Andi Lala karena Utang Sabu-Sabu

    MEDAN (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Sumatera Utara menemukan motif dendam dalam peristiwa pembunuhan terhadap Riyanto dan keluarganya di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.Dalam paparan di Mapold

  • 2 tahun lalu

    Praveen Jordan/Debby Susanto Gagal di Swiss Terbuka

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto gagal mencuri satu gelar di turnamen Swiss Terbuka edisi 2017, setelah tumbang dari duet Thailand Dechapol Puavaran

  • 2 tahun lalu

    Pelni Telah Bayar Utang kepada Negara

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Pelayaran Nasional Indonesia telah membayarkan utang kepada negara senilai Rp46,16 miliar dari total utang Rp46,16 miliar.Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Cris Kunta

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99