Minggu, 23 Sep 2018

Kantor Pemasaran Bersama Nusantara Lelang Teh

Rabu, 04 Jan 2017 19:01
BAGIKAN:
istimewa
Lelang teh (ilustrasi).

JAKARTA (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN III) Persero melalui anak usahanya PT Kantor Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) menggelar lelang perdana 2017 seberat 367.100 kilogram teh yang diikuti 24 perusahaan pembeli teh asing dan lokal.

Prosesi acara lelang perdana berlangsung di Kantor Pusat KPB Nusantara, Jakarta, yang disaksikan Direktur Utama KPB Nusantara Iriana Ekasari.

Selain itu, hadir juga Direktur Utama PTPN III Elia Massa Manik, Komisaris Utama PTPN VIII Karen Tambayong, Ketua Jakarta Tea Buyers Association Farid Akbany, perwakilan Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN, serta 24 perwakilan perusahaan pembeli teh asing dan lokal.

Adapun perusahaan teh yang mengikuti lelang adalah Indoglobal, Van Rees, Chakra, Indonesia Tea Traders, Pucuk Mas, Pacific, Intraco, Kinami, Finlay, Agri Jaya, Tri Galuh, Cassa, Anugrah, Yoosuf Akbani, Suruchi, Unilever, Prima, Sasana CM, Trijasa, St. Clar, Jakarta Tea, Padakersa, dan Sari Inco.

Dirut KPBN Iriana Ekasari mengungkapkan pada 2017 perseroan menargetkan teh PTPN yang diperdagangkan di KPBN bisa tumbuh minimal 25 persen dengan volume penjualan meningkat sekitar 9.000 ton.

"Target pertumbuhan volume lelang 25 persen itu minimal. Strategi pertumbuhan harus terintegrasi antara produsen," ujar Iriana, Rabu 4 Januari 2017.

Sementara itu, Ketua Jakarta Tea Buyers Association Farid Akbany, mengatakan harga teh nasional selama 2016 jauh dari menggembirakan.

"Harga teh Indonesia selalu kalah dibanding harga teh di sentra produksi lain seperti Kenya, Srilanka dan India," ucapnya.

Menurutnya, pada periode 1990-an, produksi teh Indonesia pernah mengalami masa keemasan banyak diminati para pembeli dari mancanegara, karena BUMN perkebunan PTPN selalu menjaga mutu dan kualitas produk.

Berbeda dengan situasi belakangan ini, kata Farid, kualitas teh yang tidak stabil mengakibatkan banyak pembeli yang merasa tidak dapat mengandalkan teh Indonesia untuk keperluan mereka.

Harga teh produksi lokal saat ini berkisar 1 dolar AS per kilogram, jauh lebih rendah dibanding tahun 1992 yang mencapai 4 dolar AS per kilogram.(ant)


  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99