Senin, 20 Nov 2017

Holding Perkebunan Nusantara Akan Tutup 11 Pabrik Gula

Oleh: alex
Selasa, 14 Nov 2017 17:13
BAGIKAN:
istimewa.
Pabrik Gula.
JAKARTA (EKSPOSnews): Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III Persero) akan menutup secara bertahap 11 pabrik gula yang dinilai tidak mampu berproduksi maksimal dan tidak efisien karena sudah berusia tua di atas 100 tahun.

"Penutupan bertahap. Sebanyak tiga pabrik gula di PTPN IX, tiga pabrik di PTPN X dan sebanyak lima pabrik di PTPN XI," kata Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Dasuki Amsir di Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Menurut Dasuki, penutupan pabrik gula di tiga lokasi tersebut bagian dari program transformasi bisnis perusahaan yang sedang melakukan revitalisasi sejumlah pabrik gula dan termasuk membangun pabrik baru.

"Ada pabrik gula yang ditutup, tapi ada yang direvitalisasi dan ada yang dibangun baru," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Manajemen Operasional dan Pengembangan Holding Perkebunan, Erwan Pelawi mengatakan penutupan pabrik akan dilakukan bertahap dalam empat tahun ke depan, atau mulai tahun 2018.

"Jadi, penutupan tidak serta merta dilakukan bersamaan, tapi disesuaikan dengan program revitalisasi yang sedang bergulir dan pembangunan pabrik baru," ujarnya.

Erwan menambahkan, secara keseluruhan setidaknya terdapat tujuh pabrik gula yang akan direvitalisasi yaitu PG Mojo dan PG Rendeng di Jawa Tengah, PG Jatiroto, PG Asem Bagus dan PG Gempolkrep, di Jawa Timur.

Selanjutnya, di Lampung akan merevitalisasi PG Bunga Mayang dan PG Cinta Manis.

Sedangkan pabrik baru yang sedang tahap pembangunan PG Comal kapasitas 6.000 TCD (ton tebu per hari) yang mulai beroperasi penuh mulai tahun 2020.

Meski begitu, Pelawi memastikan dengan penutupan pabrik gula secara bertahap tersebut tidak akan merugikan petani tebu di sekitar pabrik dan termasuk karyawan perkebunan.

"Revitalisasi pabrik gula dan pembangunan pabrik baru harus selalui diringi dengan peningkatan kapasitas, sehingga tebu petani tetap terserap dalam jumlah besar," ujarnya.

Hingga Oktober 2017 total penjualan Holding Perkebunan Nusantara tercatat mencapai Rp28,19 triliun. Kontribusi komiditi gula mencapai 13 persen atau senilai Rp3,70 triliun.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Holding Perkebunan Beruntung Bukan karena Perbaikan Manajemen

    JAKARTA (EKSPOSnews): Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III) Persero menargetkan penjualan pada tahun 2018 sebesar Rp48,7 triliun, meningkat dari proyeksi penjualan tahun 2017 yang ditargetkan sekita

  • 2 bulan lalu

    Massa Ganggu Akivitas Pabrik Gula BUMN

    INDRAMAYU (EKSPOSnews): Puluhan massa yang diduga anggota LSM Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis)kedapatan kembali mengganggu aktifitas Pabrik Gula (PG) Jatitujuhdi lahan HGU tebu

  • 3 bulan lalu

    Pabrik Gula Panji Genjot Gula Petani

    SITUBONDO (EKSPOSnews): General Manajer Pabrik Gula Panji, Kabupaten Situbondo, Agus Zain Arifin, menargetkan produksi gula pasir tahun 2017 milik petani maupun PG sekitar 20 ribu ton."Dari produksi g

  • 3 bulan lalu

    Revitalisasi Pabrik Gula Rendeng Dimulai

    KUDUS (EKSPOSnews): Program revitalisasi Pabrik Gula Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, dengan dukungan anggaran Rp225 miliar dimulai dengan ditandai peletakan batu pertama pekerjaan engineering procurement

  • 5 bulan lalu

    RNI Bagikan Paket Sembako Pada Masyarakat Sekitar Pabrik Gula

    CIREBON (EKSPOSnews): Dalam rangka memastikan kehadiran BUMN di tengah-tengah masyarakat, Anak Perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) yang berlokasi di Cirebon, PT PG Rajawali II m

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99