Minggu, 23 Feb 2020

Garap Bisnis Energi, RNI Wujudkan Program Indonesia Terang

Kamis, 24 Mar 2016 09:48
BAGIKAN:
JAKARTA (EKSPOSnews): Pasca disahkannya Perpres No. 4 Tahun 2016 oleh Presiden Jokowi tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan untuk memenuhi target pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW sampai tahun 2019 dan program pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan yang ditargetkan mampu memenuhi pasokan 25% dari kebutuhan listrik nasional, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) melalui anak perusahaannya PT Mitra Kerinci membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH), di Solok Selatan, Sumatera Barat.

Bertempat di Gedung RNI Jakarta, pada Rabu, 23 Maret 2016, dilakukan penandatanganan Project Development Agreement (PDA) antara kedua BUMN sebagai inisiasi awal pengembangan lebih lanjut PLTMH Liki-Mitra Kerinci berkapasitas 15,6 MW.  Penandatangan yang dilakukan oleh Direktur PT Mitra Kerinci Yosdian Adi dan Direktur PT Brantas Energi Sutjipto, disaksikan Direksi PT RNI dan Direksi PT Brantas Abipraya tersebut merupakan perwujudan sinergi BUMN guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui penggerakan sektor-sektor strategis.

Pembangunan Pembangkit Listrik ini menggunakan skema Sinergi BUMN dengan menggandeng PT Brantas Abipraya sebagai partner dalam proses pembangunan. PT Brantas Abipraya menunjuk anak perusahaannya PT Brantas Energi untuk melakukan pembangunan. Dengan menggabungkan dua kemampuan yang dimiliki kedua BUMN ini, dimana RNI memiliki kekayaan air terjun dan sungai yang dikelola oleh PT Mitra Kerinci dan PT Brantas Abipraya melalui PT Brantas Energi memiliki kemampuan dan pengalaman bertahun-tahun dalam pengelolaan bendungan dan pembangkit listrik, diharapkan akan tercipta sinergi untuk menggerakkan perekonomian melalui kemandirian energi yang bersumber pada potensi domestik.

Direktur Utama PT RNI B. Didik Prasetyo mengatakan, banyak potensi di pelosok-pelosok daerah dengan nilai tambah yang luar biasa namun belum dioptimalkan. Dari data Dinas ESDM Solok Selatan, masih ada 10.661 rumah yang belum teraliri listrik di daerah ini.

Lebih lanjut, Didik mengatakan, melalui kemandirian energi diharapkan mampu menggerakkan potensi ekonomi masyarakat sekitar. “Terpenuhinya pasokan listrik bukan hanya bisa membantu kegiatan sehari-hari, tetapi juga akan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sehingga masyarakat lebih berdaya dan mandiri,” katanya.

Direktur PT Mitra Kerinci Yosdian Adi mengatakan, saat ini kebutuhan listrik di Solok Selatan sudah sangat mendesak, apalagi setelah dua PLTA milik Selo Kencana Energi dan Waskita Energi rusak diterjang banjir bandang. “Praktis di pabrik listrik PLN hanya mampu beroperasi 6 jam, sisanya dari jenset,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yosdian menjelaskan, pembangunan PLTMH ini akan dilakukan di empat titik. Total kapasitas energi listrik yang bisa diperolah dari keempat titik ini sekitar 15,8 MW dengan rencana total investasi sebesar Rp 460 milyar. Seluruh daya yang diperoleh akan dijual langsung ke PLN.

Menurut Yosdian, PLTMH Liki-Mitra Kerinci dibangun dengan menggunakan metode run off river atau memanfaatkan aliran sungai sebagai sumber energinya. “Kami memanfaatkan aliran sungai Lambai dan Belangir yang terletak di dalam areal kebun teh kami,” ujarnya.

Sementara, Direktur Utama PT Brantas Energi Sutjipto menilai, kerja sama ini akan sangat menguntungkan terlebih saat ini pemerintah tengah menggenjot pengembangan energi terbarukan. “Untuk itu kami kami berharap sinergi BUMN bersama RNI dapat berlanjut untuk pengembangan sumber energi terbarukan di tempat lainnya. Ditargetkan tahun ini sudah dimulai tahap konstruksi,” ungkapnya.(ril)

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Perkuat Industri Alat Kesehatan, Mitra Rajawali Banjaran Kembangkan Hyperbaric Chamber Oxygen Therapy

    BANDUNG (EKSPOSnews): Sebagai upaya pengembangan portofolio bisnis serta dalam rangka berkontribusi mewujudkan kemandirian industri alat kesehatan (alkes) nasional, salah satu anak perusahaan PT Rajaw

  • 7 bulan lalu

    Pernikahan Dini Harus Ditangani Serius

    JAKARTA (EKSPOSnews):  Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah menginginkan berbagai pihak khususnya pemerintah agar dapat menanggapi dengan serius berbagai kasus pernikahan anak yang masih

  • 9 bulan lalu

    RNI Berangkatkan 1.500 Pemudik dengan Bus dan Kapal Laut

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) turut serta mendukung terlaksananya mudik lebaran tahun 2019 yang lancar dan aman melalui pelaksanaan Mudik Bareng dengan memberan

  • 9 bulan lalu

    RNI Minta Perlindungan Hukum Aset Negara Kepada Satgas Saber Pungli

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) mengajukan permohonan perlindungan hukum terhadap aset negara kepada Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kemenk

  • 10 bulan lalu

    Pemprov Aceh Minta IUP PT Emas Mineral Murni Dibatalkan

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Aceh meminta Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) Republik Indonesia meninjau ulang pemberian izin usaha pertambangan atau IUP kepada PT Emas Mineral Murn

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99