Selasa, 19 Jun 2018

DPRD Riau Panggil PTPN V

Oleh: marsot
Jumat, 09 Feb 2018 04:57
BAGIKAN:
istimewa.
Kebun sawit.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Komisi I DPRD Riau memanggil pihak PT Perkebunan Nusantara 5 atas polemik eksekusi lahan di Sei Langkah, Desa Sei Agung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar seluas 2.823 hektare.

"Ada permasalahan di lapangan kita cegah jangan sampai terjadi gesekan di masyarakat. Kita lihat substansinya sejauhmana, kalau secara hukum kita tidak masuk pada ranah hukumnya. Namun yang menyangkut masyarakat kita dalami duduk perkaranya," sebut Wakil Ketua Komisi I DPRD Riau Taufik Arrakhman di Pekanbaru, Kamis 8 Februari 2018.

Untuk diketahui, Pengadilan Negeri Bangkinang Kampar memutuskan untuk melakukan eksekusi lahan PTPN 5 seluas 2.823 hektare dalam perkara eksekusi antara Yayasan Riau Madani sebagai Pemohon Eksekusi melawan PTPN 5.

Dalam petikan putusan pelaksanaan eksekusi Pengadilan Negeri Klas IIB Bangkingan nomor 38/Pdt.G/2013/PN.BKN, rencana eksekusi tersebut berlokasi di perkebunan kelapa sawit Sei Langkah, Desa Sei Agung, Kecamatan Tapung, Kampar.

Namun, secara administrasi perkebunan PTPN V masuk ke Desa Kabun, Kecamatan Kabun, Rokan Hulu, sehingga masyarakat menilai eksekusi tersebut salah alamat dan menyasar pada lahan warga di Desa Kabun, Rohul.

Dari 2800-an hektar yang harus ditumbang, ada 700 Ha lahan punya masyarakat dan KUD yang sudah bersertifikat hak milik.

Hingga kini, masih ada gugatan perlawanan di PN Bangkinang dan Gugatan Perdata di PN Rokan Hulu baik dari PTPN 5 maupun masyarakat.

Dalam hearing, Pihak Komisi I DPRD Riau meminta kejelasan tentang lahan masyarakat dalam persoalan eksekusi lahan tersebut. Komisi I DPRD Riau turut mengundang yayasan Riau Madani dalam hearing tersebut namun karena persoalan administrasi mengakibatkan ketidakhadiran LSM tersebut, maka pemanggilan dilakukan pada rapat selanjutnya.

"Nanti dijadwalkan kembali bersama Riau Madani. Kita telah mendengarkan sepihak kita akan terus dalami nanti," sebut Politisi Gerindra Riau.

Terkait upaya hukum yang dilakukan oleh Pihak PTPN 5 karena menduga adanya kejanggalan dalam rencana eksekusi lahan yang berpotensi merugikan negara, Taufik mengatakan hal tersebut sah-sah saja dilakukan.

"Pasti ada dasar sudah diputuskan eksekusi di pengadilan. Namun sah-sah saja kalau ada upaya hukum dari Pihak PTPN 5," sebut Taufik.

Kuasa Hukum PTPN V, Sadino menjelaskan terdapat kejanggalan dalam putusan eksekusi lahan milik PTPN V, hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Pihak DPRD Riau.

"Kita sampaikan bahwa kita mengakui putusan sudah incrach tapi perlu kita koreksi bahwa lokasi eksekusi (Kampar). Lokasinya berbeda antara gugatan dan lokasi sesungguhnya. Dari 2800 hekatare lahan yang dieksekusi, yang ada di Kampar hanya 500 hektare sisanya di Rohul. Dari obyek perkara semuanya di Rohul, "sebutnya.

Dikatakannya, kaitannya dengan masyarakat karena sudah lahir sertifikat hak milik masyarakat seluas 700 hekatare. Tidak ada penyelesaian terhadap itu. Makanya upaya hukum dilakukan oleh masyarakat Rohul menolak eksekusi lahan tersebut.

"Kita pertanyakan untuk siapa ekskusi ini dilakukan, karena aset negara tentu akan hilang disana, ini berpotensi merugikan negara dan masyarakat," tuturnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Mitra Kerinci Keja Sama dengan PTPN VIII

    Guna mewujudkan peningkatan produktivitas,kualitas dan efektifitas ongkos produksi, Kementerian BUMN mendorong sinergi BUMN antara PT MitraKerinci yang merupakan anak usaha dari PT Rajawali Nusantara

  • 4 bulan lalu

    PTPN VII Akan Eksplorasi Batu Bara

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII bersama PT Dinamika Selaras Jaya (DSJ) menjalin kesepahaman ekplorasi deposit mineral berupa batu bara di areal PTPN VII Unit Ketahun sel

  • 4 bulan lalu

    PTPN V Tolak Eksekusi Lahan Sawit

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V dan KUD Bumi Asih menolak eksekusi pengosongan lahan kebun kelapa sawit seluas 2.823,52 hektare milik yang akan dilakukan Pengadilan Negeri Bangk

  • 9 bulan lalu

    Lahan Ilegal PTPN V

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menyatakan telah menaikkan status penyelidikan ke penyidikan terhadap dugaan lahan ilegal di luar hak guna usaha PT Perkebunan

  • tahun lalu

    PTPN V Bangun Pembangkit Listrik Biogas

    PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara V mulai melaksanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berdaya 1,5-2,0 Mega Watt."Peletakan batu pertamanya sudah dilakukan pekan kem

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99